- X/elsaazhp
Viral Wanita Hirup Kamper di KRL, Begini Bahaya Kamper atau Kapur Barus bagi Kesehatan
tvOnenews.com - Sebuah video yang memperlihatkan seorang penumpang wanita marah-marah sambil menghirup kamper atau kapur barus di dalam KRL tengah menjadi perhatian warganet.
Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 18.30 WIB dalam perjalanan KRL rute Manggarai-Bogor.
Penumpang wanita tersebut disebut naik dari Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan.
Sejumlah pengguna KRL kemudian membagikan video maupun cerita mengenai kejadian tersebut di media sosial karena perilaku penumpang itu dinilai membuat penumpang lain merasa tidak nyaman.
Terlepas dari viralnya kejadian tersebut, muncul pertanyaan mengenai keamanan menghirup aroma kamper atau kapur barus, terutama jika paparannya terjadi dalam jumlah banyak atau dalam waktu yang lama.
Dokter Saddam Ismail sebelumnya pernah menjelaskan mengenai bahaya penggunaan kapur barus yang tidak tepat, terutama karena sejumlah produk kapur barus dapat mengandung naftalena.
- Threads @dumpwaystomemorize
Kapur Barus Bisa Berbahaya Jika Penggunaannya Tidak Tepat
Kapur barus selama ini banyak digunakan di rumah untuk mengusir serangga, termasuk kecoak, sekaligus membantu mengurangi bau tidak sedap.
Benda tersebut biasanya ditempatkan di kamar mandi, lemari, sepatu, atau area tertentu yang membutuhkan pengharum.
Menurut penjelasan dr. Saddam Ismail, kapur barus umumnya memiliki aroma khas dan tersedia dalam berbagai bentuk serta warna.
Namun, penggunaan kapur barus tetap perlu diperhatikan.
Naftalena, salah satu senyawa yang dapat ditemukan pada produk kapur barus tertentu, dapat memberikan dampak negatif apabila seseorang terpapar dalam jumlah besar atau dalam waktu yang lama.
Berikut sejumlah efek kesehatan yang dijelaskan dr. Saddam Ismail terkait paparan kapur barus secara berlebihan.
1. Keracunan
Paparan naftalena dalam jumlah besar dan dalam waktu lama dapat menyebabkan keracunan.
Dr. Saddam menjelaskan bahwa naftalena memiliki sifat neurotoksik yang dapat memengaruhi sistem saraf pusat.
Dalam kondisi paparan yang berat, seseorang dapat mengalami kebingungan, kesulitan berpikir jernih, gangguan kesadaran, hingga gejala lain yang berkaitan dengan sistem saraf.
2. Gangguan Pernapasan
Paparan dalam jumlah besar juga dapat mengganggu saluran pernapasan.
Beberapa keluhan yang mungkin muncul antara lain pusing, mual, muntah, serta iritasi pada hidung dan tenggorokan.