- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Cara Mengenali Bakat dan Potensi Anak Sejak Dini Menurut Dokter Spesialis Anak, Ini Cara Orang Tua Mengenali Bakatnya
Peran Orang Tua Bukan Memilihkan, tetapi Membantu Menemukan
Pentingnya orang tua dalam proses tersebut turut disampaikan dr. Shyrien Amalina, Sp.A, M.Sc, dokter spesialis anak yang berpraktik di RS Anugerah Pekalongan.
Menurutnya, kemampuan anak tidak dapat diseragamkan berdasarkan satu ukuran. Ada anak yang unggul dalam akademik, sementara lainnya memiliki kemampuan luar biasa dalam musik, menggambar, maupun bidang lain.
“Tidak semua anak harus jadi dokter, tidak semua anak harus jago matematika, tidak semua anak harus jago fisika. Karena anak itu yang kita bilang kepintaran itu macem-macem. Wih anaknya itu jago banget ngegambar, musiknya keren banget. Anak-anak dyslexia, itu rata-rata musiknya (dan) ngegambarnya keren banget. Masa mau kita bilang dia ga pinter? Enggak, dia jenius di bidangnya, dia jenius di bidang musik, dia jenius di bidang menggambar. Jadi IQ tidak sebagai patokan,” ujar dr. Shyrien.
Karena itu, orang tua perlu lebih banyak mengamati daripada sekadar menilai. Ketertarikan anak, cara menyelesaikan masalah, respons ketika menghadapi tantangan, hingga aktivitas yang membuatnya bersemangat dapat menjadi petunjuk awal.
Riset dari Harvard Center on the Developing Child juga menekankan pentingnya hubungan yang responsif antara anak dan orang dewasa. Interaksi yang penuh perhatian membantu perkembangan otak sekaligus mendukung kemampuan anak dalam mengelola emosi, menghadapi tekanan, dan membangun keterampilan penting untuk belajar.
Pandangan serupa terlihat dalam kebijakan pendidikan Inggris. Department for Education menempatkan kesempatan mengikuti berbagai pengalaman sebagai bagian dari pengembangan kemampuan seperti kerja sama, pemecahan masalah, komunikasi, rasa percaya diri, dan keterlibatan anak dalam proses belajar.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa orang tua memiliki posisi penting karena merekalah yang paling sering melihat perkembangan anak sehari-hari.
“Itu semua siapa yang tahu? orang tuanya kan? Orang tuanya yang bisa nilai. Kalau orang tuanya tidak menilai, tidak mengevaluasi, dia tidak akan pernah tahu harus mendukung anaknya ke mana. Jadi sangat penting (dukungan orang tua terhadap anak),” kata dr. Shyrien.