- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Tren Lari Makin Ramai, Mau Ikut Marathon ke Luar Negeri? Ini Strategi Fisik dan Finansial yang Wajib Disiapkan
Melansir dari berbagai sumber, gambaran tersebut dirasakan Citra, yang tengah menargetkan Chicago Marathon di Amerika Serikat. Ajang ini merupakan salah satu marathon besar dunia. Pada 2025, lebih dari 54.000 pelari berpartisipasi, sementara sekitar 1,7 juta penonton menyaksikan perlombaan di sepanjang kota, menurut laporan Axios pada Oktober 2026.
“Awalnya saya hanya fokus ke latihan. Setelah mulai menghitung race entry, pesawat, hotel, dan kebutuhan lainnya, baru terasa bahwa persiapan marathon bukan cuma soal fisik,” kata Citra.
Pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya menyusun anggaran sejak target lomba ditentukan. Biaya yang perlu dihitung mencakup registrasi, tiket pulang-pergi, akomodasi, transportasi lokal, makan, asuransi perjalanan, serta kebutuhan perlengkapan.
Sebagai simulasi, misalnya, seorang pelari menetapkan target dana Rp36 juta untuk perjalanan marathon internasional. Angka ini hanya ilustrasi, bukan estimasi harga aktual. Jika persiapan dilakukan selama 12 bulan, kebutuhan tabungannya menjadi Rp3 juta per bulan. Pelari juga sebaiknya menyiapkan dana cadangan sekitar 10–15 persen untuk mengantisipasi perubahan harga atau pengeluaran tak terduga.
Terapkan Training Plan ke dalam Financial Plan
Pelari umumnya tidak mempersiapkan marathon dalam semalam. Latihan disusun bertahap, mulai dari membangun daya tahan hingga meningkatkan jarak tempuh menjelang race day. Prinsip serupa dapat diterapkan pada keuangan: tentukan target, hitung kebutuhan, lalu sisihkan dana secara rutin.
“Buat saya lebih nyaman kalau targetnya jelas. Sama seperti training plan, saya tahu setiap bulan ada bagian yang memang dialokasikan untuk marathon. Kalau hanya bilang ingin menabung, kadang mudah terpakai untuk kebutuhan lain. Tapi kalau targetnya sudah jelas, misalnya ingin lari marathon di kota tertentu, jadi lebih mudah menjaga komitmen,” terangnya.
Pendekatan tersebut bisa dimulai dengan memisahkan dana marathon dari uang kebutuhan sehari-hari. Buat daftar pengeluaran, tentukan nominal yang realistis berdasarkan penghasilan, lalu evaluasi perkembangannya setiap bulan. Jika target terasa terlalu berat, pertimbangkan memperpanjang waktu persiapan atau memilih event yang membutuhkan biaya perjalanan lebih rendah.
Pelari juga perlu menghindari keputusan finansial impulsif hanya karena melihat unggahan orang lain di media sosial. Tidak semua orang memiliki kondisi keuangan, waktu persiapan, atau kebutuhan perjalanan yang sama. Target yang sehat adalah target yang bisa dicapai tanpa mengorbankan kebutuhan pokok dan dana darurat.