- Dibuat oleh ChatGPT
Kok Bisa Mainan Squishy Berisiko Picu Kanker? Ini Penjelasan Dokter
tvOnenews.com - Mainan Squishy yang sedang tren di kalangan anak-anak ternyata perlu mendapat perhatian orang tua. Pasalnya, tidak semua Mainan Squishy memiliki bahan yang aman. dr. Ika Mariani Ratna Devi mengingatkan adanya potensi kandungan benzena dalam sebagian produk yang dapat meningkatkan risiko kanker hingga menyebabkan iritasi.
Melalui unggahan TikTok pada 8 Oktober 2026, dr. Ika Devi menjelaskan bahwa orang tua perlu lebih waspada saat memilih mainan untuk anak. Ia mengingatkan bahwa produk yang viral belum tentu aman untuk digunakan.
“Jadi ini adalah squishy, ini adalah mainan yang anak-anak kecil tuh banyak banget sedang beli dan sedang tren,” ucap dr. Ika Devi dalam TikTok-nya (8/10/2026).
Menurut dr. Ika Devi, tidak semua Mainan Squishy memiliki kualitas bahan yang sama. Sebagian produk disebut memiliki bahan yang lebih baik, sementara produk lainnya berpotensi mengandung zat berbahaya seperti benzena.
“Tapi di balik squishy ini bapak ibu harus tahu tidak semua squishy itu sama. Ternyata dalam penelitiannya yang namanya squishy itu ada squishy yang bagus bahannya dan ada squishy yang bahannya mengandung benzene,” dr. Ika Devi.
Ia menjelaskan bahwa salah satu bahan yang dapat ditemukan pada squishy dengan kualitas lebih tinggi adalah polyvinyl alcohol. Namun, orang tua tetap perlu memperhatikan bahan yang digunakan pada mainan anak.
“Jadi squishy yang grade tinggi itu salah satunya adalah mengandung polyvinyl alcohol. Tapi squishy yang lainnya mungkin kalau anak-anak kita pegang kemudian mereka bermain kita ini nggak akan tahu bahwa squishy itu berbahaya,” dr. Ika Devi.
Benzena menjadi salah satu kandungan yang perlu diwaspadai dalam Mainan Squishy. dr. Ika Devi menyebutkan bahwa sebagian squishy dengan kualitas bahan yang kurang baik dalam penelitian yang ia sampaikan diketahui mengandung benzena.
“Ternyata dalam penelitiannya sebagian squishy yang nggak bagus itu mereka mengandung benzene dan benzene ini kandungannya sampai dua puluh kali lipat daripada kandungan produk biasanya,” dr. Ika Devi.
Ia mengingatkan bahwa paparan benzena dapat menjadi berbahaya, terutama ketika anak memiliki kebiasaan menggigit atau memasukkan mainan ke dalam mulut.
“Itu sangat berbahaya karena namanya benzene ini kalau dia dipegang anak-anak kemudian dikonsumsi ya maksudnya anak-anak kan kadang suka gigit-gigit masuk ke mulut ini dia bisa meningkatkan resiko untuk terjadinya kanker, itu satu,” dr. Ika Devi.
Selain berpotensi meningkatkan risiko kanker, paparan benzena juga dapat menimbulkan gangguan lain pada anak.
“Kedua bisa mengakibatkan anak kita mengalami yang namanya iritasi,” dr. Ika Devi.
dr. Ika Devi mengingatkan bahwa orang tua perlu lebih bijak dalam memilih mainan untuk anak. Popularitas sebuah produk di media sosial tidak dapat dijadikan satu-satunya alasan untuk membelinya.
Ia menyarankan orang tua memeriksa komposisi bahan serta memastikan produk yang dibeli memiliki lisensi atau izin yang sesuai.
“Jadi tidak, semua yang viral itu aman dan baik untuk anak kembali lagi kita sebagai orang tua kita harus waspada dan kita harus bijak. Jadi kalau ada mainan yang viral kita cek dulu nih komposisinya aman apa nggak gitu ya kira-kira produknya itu berlisensi atau nggak atau tidak, jangan sembarangan kita membeli produk hanya karena itu viral,” dr. Ika Devi.
Ia kembali menegaskan pentingnya memperhatikan kandungan benzena pada produk yang digunakan anak-anak.
“Ingat, kandungan benzene yang tinggi bisa mengakibatkan resiko kanker meningkat,” dr. Ika Devi.
Sebagai informasi, dr. Ika Mariani Ratna Devi, Sp.PD merupakan dokter spesialis penyakit dalam yang menamatkan pendidikan spesialisnya di Universitas Airlangga, Surabaya.
Orang tua pun diimbau untuk lebih teliti dalam memilih Mainan Squishy, terutama dengan memperhatikan komposisi bahan, keamanan produk, serta kebiasaan anak saat bermain.
(anf)