news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

ilustrasi Rumah Sakit Mulai Mengadopsi AI dan Digitalisasi, Apa Dampaknya bagi Pelayanan Pasien?.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

Rumah Sakit Mulai Mengadopsi AI dan Digitalisasi, Apa Dampaknya bagi Pelayanan Pasien?

Integrasi SATUSEHAT menjadi fondasi digitalisasi rumah sakit. Bagaimana teknologi, keamanan data, dan kecerdasan buatan dapat mendukung pelayanan pasien?
Sabtu, 7 November 2026 - 19:18 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Digitalisasi rumah sakit semakin dibutuhkan ketika masyarakat mengharapkan pelayanan kesehatan yang cepat, terintegrasi, dan mudah diakses. Namun, perubahan sistem pelayanan tidak cukup hanya dengan menghadirkan aplikasi atau memindahkan pencatatan medis ke perangkat digital. 

Rumah sakit juga perlu memastikan informasi pasien dapat dikelola secara berkesinambungan, aman, dan mendukung keputusan medis maupun manajemen.

Integrasi data menjadi salah satu tantangan penting dalam transformasi layanan kesehatan. Ketika informasi pasien tersebar di berbagai sistem, proses pertukaran data dan koordinasi pelayanan berpotensi menghadapi hambatan. 

Kondisi tersebut membuat keterhubungan antarsistem kesehatan menjadi kebutuhan, terutama untuk mendukung kesinambungan pelayanan dan keselamatan pasien.

Di Indonesia, SATUSEHAT menjadi salah satu fondasi dalam mendorong integrasi ekosistem kesehatan digital. Meski demikian, penerapan sistem terintegrasi juga membawa pekerjaan lain bagi rumah sakit, mulai dari kesiapan infrastruktur teknologi, perlindungan informasi kesehatan, hingga kemampuan sumber daya manusia dalam mengelola data. 

Lantas, sejauh mana digitalisasi dapat memberikan dampak nyata bagi pelayanan pasien?

SATUSEHAT dan Tantangan Integrasi Data Rumah Sakit

Integrasi SATUSEHAT menjadi salah satu agenda dalam transformasi sistem kesehatan nasional. Platform ini diarahkan untuk mendukung keterhubungan informasi kesehatan sehingga pertukaran data antarfasilitas pelayanan dapat berjalan lebih terintegrasi.

Bagi rumah sakit, keterhubungan tersebut bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan regulasi. Pengelolaan informasi yang lebih terstruktur diharapkan dapat membantu kesinambungan pelayanan, mendukung proses administrasi, serta mempermudah pengambilan keputusan berdasarkan informasi yang tersedia.

Dalam praktiknya, rumah sakit daerah memiliki tantangan yang beragam. Selain harus menjaga kualitas pelayanan, pengelola rumah sakit juga dituntut mengatur sumber daya manusia, biaya operasional, serta keberlanjutan keuangan. 

Di sisi lain, kesiapan infrastruktur dan tenaga teknologi informasi belum tentu sama di setiap rumah sakit.

Karena itu, transformasi digital perlu dipahami sebagai perubahan sistem kerja secara menyeluruh. Teknologi harus disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan dan kapasitas rumah sakit, bukan sekadar menjadi perangkat tambahan yang justru menambah beban operasional.

Persoalan ini menjadi salah satu pembahasan dalam workshop Digital Sovereignty RSUD NEXTGEN 2026 yang diselenggarakan RSUP Kemenkes Surabaya bersama Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA) Jawa Timur pada Jumat (6/11/2026), di Lobby C RSUP Surabaya, Jalan Indrapura, Surabaya.

Mengusung tema “Connected Through SATUSEHAT. Transforming Hospital Performance. Accelerating Growth,” forum tersebut mempertemukan Kementerian Kesehatan RI, Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemenkes, Telkom Indonesia, ESTRADA, serta sejumlah pimpinan RSUD di Jawa Timur.

Keamanan Data dan Efisiensi Menjadi Bagian dari Transformasi Digital

Semakin terhubungnya sistem kesehatan membuat keamanan informasi menjadi perhatian penting. Data kesehatan termasuk informasi yang perlu dikelola secara hati-hati karena berkaitan langsung dengan kondisi pribadi pasien. Oleh sebab itu, integrasi digital harus berjalan beriringan dengan perlindungan data, infrastruktur yang andal, serta tata kelola sistem yang memadai.

Kedaulatan digital juga menjadi isu yang dibahas dalam RSUD NEXTGEN. Rumah sakit membutuhkan infrastruktur yang dapat mendukung pengelolaan informasi secara aman sekaligus menjaga keberlangsungan operasional layanan.

Rachmad Dwi Hartanto, EVP Telkom Indonesia, menyampaikan bahwa kedaulatan digital merupakan fondasi penting dalam membangun layanan kesehatan yang aman dan berkelanjutan.

“Kedaulatan digital menjadi fondasi penting dalam membangun layanan kesehatan yang aman dan berkelanjutan. Melalui infrastruktur yang andal dan kolaborasi dengan mitra solusi seperti ESTRADA, Telkom berkomitmen mendukung transformasi RSUD agar teknologi memberikan manfaat nyata bagi pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Selain keamanan data, efisiensi operasional menjadi tantangan lain yang perlu diperhatikan. Rumah sakit harus mengelola berbagai proses administratif dan keuangan, termasuk pengajuan klaim, penggunaan sumber daya, serta pemantauan kinerja layanan.

Dalam forum tersebut, ESTRADA memperkenalkan VALID AI dan HELIX (Hospital Executive Intelligence) sebagai bagian dari pendekatan pemanfaatan kecerdasan buatan dan informasi manajemen. Kedua solusi tersebut dikembangkan untuk membantu pengelolaan klaim, memberikan gambaran mengenai kinerja keuangan dan operasional, serta mengenali potensi risiko lebih awal.

Pemanfaatan teknologi semacam ini diharapkan dapat membantu manajemen memperoleh informasi yang lebih terstruktur sebelum mengambil keputusan. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada kualitas data, kesiapan sistem, serta kemampuan tenaga rumah sakit dalam menggunakan teknologi tersebut.

Direktur Utama ESTRADA, Luluk Nurhayati, menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak semata-mata diukur dari banyaknya teknologi yang digunakan.

“Transformasi digital bukan tentang seberapa banyak teknologi yang dimiliki rumah sakit, tetapi seberapa besar manfaatnya bagi pasien dan kualitas pelayanan. Kami percaya rumah sakit yang kuat adalah rumah sakit yang mampu menjaga keselamatan pasien, mengelola sumber daya secara efisien, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tepat. Inilah arah transformasi yang ingin kami dukung bersama Telkom dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Kesiapan SDM dan Tata Kelola Menentukan Dampak bagi Pasien

Integrasi sistem dan pemanfaatan kecerdasan buatan tidak otomatis membuat pelayanan rumah sakit menjadi lebih baik. 

Ada sejumlah faktor yang harus disiapkan agar teknologi dapat digunakan secara efektif, mulai dari kesiapan sumber daya manusia, tata kelola, keamanan informasi, hingga pendampingan operasional.

Tantangan tersebut menjadi perhatian terutama bagi RSUD yang memiliki keterbatasan tenaga teknologi informasi internal. Tanpa dukungan yang memadai, penerapan sistem digital berpotensi tidak berjalan optimal atau sulit disesuaikan dengan kebutuhan operasional rumah sakit.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Telkom dan ESTRADA membuka ruang kolaborasi melalui pendekatan layanan terkelola atau Managed Service. Pendekatan ini ditujukan untuk membantu rumah sakit mengadopsi dan mengelola teknologi sesuai kebutuhan serta kapasitas masing-masing.

Rumah Sakit Mulai Mengadopsi AI dan Digitalisasi, Apa Dampaknya bagi Pelayanan Pasien
Sumber :
  • ist

Inisiatif tersebut turut didukung mitra teknologi Dahua dan RansNet sebagai bagian dari ekosistem pendukung transformasi digital rumah sakit. ESTRADA, yang memiliki kantor di Jakarta dan Surabaya, juga menyatakan komitmennya untuk mendampingi transformasi RSUD di Jawa Timur melalui pengembangan solusi dan dukungan layanan berkelanjutan.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan digitalisasi rumah sakit bukan sekadar jumlah sistem yang terhubung atau teknologi baru yang diterapkan. Hal yang lebih penting adalah apakah integrasi informasi dapat membantu tenaga kesehatan memberikan pelayanan secara lebih berkesinambungan, apakah data pasien terlindungi, dan apakah pengelolaan rumah sakit menjadi lebih efektif.

Melalui RSUD NEXTGEN, kolaborasi antara pemerintah, rumah sakit, dan industri teknologi didorong untuk memperkuat arah transformasi tersebut. SATUSEHAT menjadi fondasi keterhubungan data, sementara kesiapan infrastruktur, keamanan informasi, sumber daya manusia, dan tata kelola menentukan bagaimana teknologi dapat diterjemahkan menjadi manfaat bagi pasien dan masyarakat. (udn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:07
08:21
14:13
09:50
04:54
08:02

Viral