- Antara
Puncak Arus Balik Lebaran 2026: Contraflow Tol Japek KM 70–47 Diberlakukan, Pemudik dari Jateng-Jatim Wajib Tahu
tvOnenews.com - Arus balik Lebaran Idul Fitri 2026 mulai menunjukkan peningkatan signifikan, terutama dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur menuju Jakarta.
Lonjakan kendaraan yang kembali ke ibu kota membuat sejumlah ruas tol utama mengalami kepadatan, khususnya di jalur favorit pemudik seperti Tol Jakarta-Cikampek.
Kondisi ini mendorong pihak berwenang untuk segera mengambil langkah strategis guna mengurai kemacetan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemberlakuan rekayasa lalu lintas berupa contraflow di ruas Tol Jakarta-Cikampek.
Kebijakan ini menjadi perhatian utama bagi para pemudik yang tengah melakukan perjalanan balik, mengingat jalur tersebut merupakan akses vital menuju Jakarta.
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) pun bergerak cepat mendukung kebijakan ini demi menjaga kelancaran arus kendaraan.
Contraflow KM 70–47, Langkah Antisipasi Kepadatan
Melansir dari Antara News, PT Jasamarga Transjawa Tol resmi memberlakukan sistem contraflow satu lajur dari KM 70 hingga KM 47 arah Jakarta di ruas Tol Jakarta-Cikampek.
Kebijakan ini mulai diterapkan pada Selasa (24/3/2026) pukul 10.30 WIB sebagai respons terhadap meningkatnya volume kendaraan selama arus balik Lebaran.
Rekayasa lalu lintas ini dilakukan berdasarkan diskresi Kepolisian Republik Indonesia guna mengurai kepadatan yang terjadi.
Langkah ini dinilai penting karena jalur tersebut menjadi titik krusial bagi kendaraan dari arah timur Pulau Jawa yang menuju Jakarta.
Vice President Corporate Secretary & Legal JTT, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa kebijakan ini bersifat situasional dan akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Pemberlakuan contraflow ini merupakan langkah antisipatif untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas pada periode arus balik. JTT bersama Kepolisian terus memantau kondisi lalu lintas di lapangan dan akan melakukan penyesuaian rekayasa lalu lintas apabila diperlukan,” ujar Ria.
One Way Lokal dan Koordinasi Intensif
Selain contraflow, rekayasa lalu lintas lainnya juga diterapkan untuk mengoptimalkan kelancaran arus balik.
Sistem one way lokal tahap dua diberlakukan dari KM 390 ruas Tol Batang-Semarang hingga KM 70 ruas Tol Jakarta-Cikampek sejak Senin (23/3) pukul 20.00 WIB.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi besar untuk mengurai kepadatan kendaraan yang bergerak dari arah timur menuju barat.
Pihak JTT menegaskan bahwa dukungan terhadap kebijakan ini dilakukan secara maksimal, termasuk melalui penyesuaian operasional di lapangan.
“JTT melalui PT Jasamarga Semarang Batang mendukung penuh kebijakan rekayasa lalu lintas yang diberlakukan oleh Kepolisian dalam rangka mengurai kepadatan serta menjaga kelancaran arus kendaraan pada periode arus balik Idul Fitri.
Petugas kami di lapangan terus bersiaga untuk memastikan operasional jalan tol tetap berjalan dengan aman dan lancar,” ujar Ria dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, JTT juga menekankan pentingnya koordinasi lintas pihak.
“Koordinasi intensif terus dilakukan bersama Kepolisian dan stakeholder terkait guna memantau perkembangan kondisi lalu lintas secara real-time serta melakukan penyesuaian rekayasa lalu lintas apabila diperlukan,” tambahnya.
Imbauan untuk Pemudik: Utamakan Keselamatan
Di tengah padatnya arus balik, JTT mengimbau seluruh pengguna jalan tol Trans Jawa untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
Pengendara diminta menjaga jarak aman antar kendaraan, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, serta mempersiapkan saldo uang elektronik sebelum memasuki tol.
Selain itu, pemudik juga diharapkan mematuhi arahan petugas di lapangan dan mengikuti rambu lalu lintas yang berlaku.
Disiplin dalam berkendara menjadi kunci utama untuk menjaga kelancaran dan keselamatan bersama.
Untuk mendapatkan informasi terkini terkait kondisi lalu lintas, pengguna jalan dapat memanfaatkan aplikasi Travoy atau menghubungi layanan One Call Center Jasa Marga di nomor 133 yang tersedia selama 24 jam.
Dengan berbagai rekayasa lalu lintas yang diterapkan, diharapkan arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih lancar.
Namun, keberhasilan upaya ini juga sangat bergantung pada kesadaran dan kedisiplinan para pemudik dalam mengikuti aturan yang telah ditetapkan. (udn)