- instagram Veda Ega Pratama
MotoGP Sampai Geleng-geleng Soal 'Level' Veda Ega Pratama: Hancurkan Dominasi, Indonesia Cetak Sejarah Moto3
tvOnenews.com - MotoGp sampai turun gunung usai lihat prestasi Veda Ega Pratama yang pecah telur cetak sejarah di Moto3 Brasil.
Panggung dunia akhirnya mengakui talenta luar biasa Veda. Lewat performa gemilang di Moto3 Brasil 2026, pembalap muda asal Gunungkidul itu sukses menorehkan sejarah sebagai rider Indonesia pertama yang mampu menembus podium Grand Prix.
Bahkan, akun resmi MotoGP pun ikut memberikan penghormatan atas pencapaian tersebut.
Momen bersejarah ini bukan sekadar hasil balapan biasa. Veda benar-benar mencatatkan tonggak penting bagi dunia balap Indonesia, sekaligus membuka peluang besar menuju level yang lebih tinggi di masa depan.
Dengan usia yang masih 17 tahun, pencapaian ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia kini memiliki calon bintang baru di kancah internasional.
Sejarah Tercipta di Brasil
Balapan Moto3 di Sirkuit Ayrton Senna menjadi saksi lahirnya sejarah baru bagi Indonesia. Veda Ega Pratama berhasil finis di posisi ketiga, sekaligus mengamankan podium pertamanya di ajang Grand Prix.
Prestasi ini langsung mendapat sorotan luas, termasuk dari akun resmi MotoGP yang mengunggah momen Veda saat mengangkat trofi.
"History has been made in Brazil ???
#BrazilianGP ?? #MotoGP #Moto3"
- instagram Veda Ega Pratama
Unggahan tersebut menegaskan bahwa pencapaian Veda bukan hanya membanggakan bagi Indonesia, tetapi juga diakui dunia sebagai tonggak penting dalam sejarah Moto3.
Sebelumnya, belum ada pembalap Indonesia yang mampu menembus podium di kelas ini. Dengan demikian, Veda resmi menjadi pelopor dan membuka jalan bagi generasi berikutnya.
Perjuangan Dramatis dari Start hingga Podium
Perjalanan Veda menuju podium tidaklah mudah. Ia memulai balapan dari posisi keempat, lalu langsung menunjukkan start impresif dengan merangsek ke posisi ketiga saat memasuki tikungan pertama.
Namun, persaingan ketat membuatnya sempat keluar lintasan dan turun hingga posisi ke-10.
Situasi semakin menegangkan ketika balapan dihentikan akibat bendera merah pada lap ke-15, saat Veda berada di posisi kesembilan.
Balapan kemudian dilanjutkan dengan format sprint lima lap. Momentum inilah yang dimanfaatkan Veda untuk bangkit. Dengan agresivitas dan determinasi tinggi, ia perlahan menyalip para rival dan kembali ke barisan depan.