news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Mesin Mobil.
Sumber :
  • Pexels/Erik Mclean

Mesin Mobil Cepat Rusak? Coba Terapkan 4 Langkah Perawatan Dasar Ini Supaya Tetap Optimal

Perawatan mesin menjadi faktor utama yang menentukan usia pakai dan performa sebuah mobil dalam jangka panjang.
Jumat, 29 Mei 2026 - 14:01 WIB
Editor :

Filter udara yang bersih juga berperan dalam melindungi komponen mesin dari partikel-partikel halus yang berpotensi merusak.

Debu yang masuk ke dalam ruang mesin dapat menyebabkan goresan pada dinding silinder dan mempercepat penurunan kualitas komponen.

Oleh karena itu, pemeriksaan dan pembersihan filter udara secara berkala perlu dilakukan. Jika kondisinya sudah terlalu kotor, penggantian filter udara menjadi pilihan terbaik untuk menjaga performa mesin tetap prima.

3. Ganti Oli Secara Rutin

Mengganti oli mesin secara teratur merupakan salah satu bentuk perawatan paling penting bagi kendaraan. Oli berfungsi sebagai pelumas yang melindungi berbagai komponen internal mesin dari gesekan berlebih saat bekerja.

Seiring waktu, kualitas oli akan mengalami penurunan akibat panas dan kontaminasi dari sisa pembakaran. Jika dibiarkan terlalu lama, oli tidak lagi mampu memberikan perlindungan maksimal sehingga komponen mesin lebih cepat mengalami keausan.

Selain itu, oli yang kotor dapat membawa partikel-partikel sisa pembakaran yang menumpuk di dalam mesin. Penumpukan tersebut berpotensi menghambat kinerja mesin dan membuat konsumsi bahan bakar menjadi kurang efisien.

Dengan menjaga kondisi oli tetap bersih melalui penggantian rutin sesuai rekomendasi pabrikan, usia pakai mesin dapat lebih panjang. Langkah ini juga membantu menjaga performa kendaraan tetap stabil dalam berbagai kondisi perjalanan.

4. Gunakan Jenis Bahan Bakar yang Sesuai

Setiap mobil dirancang dengan spesifikasi mesin yang berbeda, termasuk kebutuhan terhadap jenis bahan bakar tertentu. Karena itu, penggunaan bahan bakar yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan menjadi hal yang sangat penting.

Pemakaian bahan bakar dengan nilai oktan yang tidak sesuai dapat memicu gejala knocking atau detonasi. Kondisi tersebut dapat menurunkan performa mesin dan meningkatkan risiko kerusakan apabila terjadi dalam jangka waktu panjang.

Bahan bakar berkualitas juga cenderung menghasilkan proses pembakaran yang lebih bersih. Hal ini membantu mengurangi penumpukan residu yang berpotensi menyumbat injektor maupun ruang bakar.

Apabila injektor atau ruang bakar mulai terganggu oleh kotoran, mesin dapat kehilangan tenaga, bergetar, hingga sulit dinyalakan dalam kondisi tertentu. Oleh sebab itu, memilih bahan bakar yang sesuai menjadi investasi penting untuk menjaga kesehatan mesin mobil.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:15
01:03
09:09
05:21
07:09
01:51

Viral