- Antara Foto
China Pangkas Insentif Ekspor Mobil Listrik Mulai 2027, Apa Dampaknya?
Jakarta, tvOnenews.com - China akan memangkas insentif pajak ekspor kendaraan energi baru atau new energy vehicles (NEV) mulai April 2027. Kebijakan ini berpotensi mengubah struktur biaya produsen otomotif China, terutama dalam menentukan harga jual mobil listrik dan mobil hibrida di pasar internasional.
Berdasarkan pengumuman Kementerian Keuangan China bersama Administrasi Perpajakan Negara pada 12 Oktober 2026, pemerintah akan menurunkan tingkat pengembalian pajak pertambahan nilai (PPN) ekspor NEV dari 13 persen menjadi 9 persen.
Ketentuan tersebut berlaku untuk berbagai kategori kendaraan energi baru, termasuk kendaraan listrik komersial dan mobil penumpang plug-in hybrid. Dengan berkurangnya insentif fiskal, produsen akan menerima pengembalian pajak yang lebih kecil atas kendaraan yang mereka ekspor.
Dikutip Moatpost, Kamis (15/10/2026), kebijakan ini merupakan bagian dari langkah pemerintah China untuk meredam persaingan harga yang semakin ketat di industri otomotif. Pemerintah berupaya mendorong produsen agar tidak terus mengandalkan strategi banting harga untuk memperluas pangsa pasar.
Kepala Asosiasi Dealer Mobil Penumpang China, Cui Dongshu, menjelaskan bahwa pengurangan pengembalian PPN tersebut juga ditujukan untuk menekan praktik persaingan tidak sehat yang dikenal sebagai involution. Istilah ini merujuk pada persaingan berlebihan ketika perusahaan terus memangkas harga demi memenangkan pasar, bahkan hingga menjual produk di bawah biaya produksinya.
Selama ini, insentif pengembalian pajak membantu produsen menekan beban biaya ekspor. Dukungan tersebut dapat memberikan ruang bagi perusahaan untuk menawarkan kendaraan dengan harga lebih rendah di pasar global.
Namun, strategi tersebut berpotensi menimbulkan persoalan apabila harga ekspor yang terlalu rendah memicu dugaan subsidi dari negara tujuan. Kondisi itu dapat meningkatkan risiko penyelidikan perdagangan terhadap kendaraan buatan China.
Melalui penyesuaian kebijakan fiskal ini, pemerintah China ingin mendorong produsen otomotif memperkuat daya saing melalui peningkatan kualitas dan nilai produk. Persaingan diharapkan tidak hanya bertumpu pada harga murah, tetapi juga pada kemampuan teknologi dan karakteristik kendaraan.
Tekanan Lebih Besar
Dampak pemangkasan pengembalian PPN ekspor diperkirakan berbeda di setiap segmen kendaraan. Laporan 21st Century Business Herald menyebut perubahan tersebut berpotensi memengaruhi margin laba kotor model kendaraan yang diekspor kurang dari dua persen.