news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Teknologi Mobil Listrik Makin Berkembang, Wuling Mitra EV Mulai Masuk Industri Logistik.
Sumber :
  • ist

Teknologi Mobil Listrik Makin Berkembang, Wuling Mitra EV Mulai Masuk Industri Logistik

Kendaraan listrik mulai digunakan untuk pengiriman barang di Indonesia. Wuling Mitra EV menjadi salah satu kendaraan komersial listrik di tengah upaya menekan
Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:06 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Peralihan menuju kendaraan listrik semakin meluas, tidak hanya untuk kebutuhan mobilitas pribadi, tetapi juga untuk menunjang aktivitas bisnis. 

Di sektor transportasi dan logistik, kendaraan listrik mulai dilirik sebagai alternatif untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil sekaligus menekan emisi dari kegiatan pengiriman barang.

Perkembangan ini sejalan dengan meningkatnya perhatian terhadap dampak lingkungan dari aktivitas industri. 

Kendaraan yang digunakan untuk mengangkut dan mengantarkan barang setiap hari menjadi salah satu bagian operasional yang dapat dievaluasi untuk mencari pilihan transportasi dengan emisi lebih rendah. 

Namun, penerapannya tetap membutuhkan kesiapan infrastruktur, daya jelajah kendaraan, dan penyesuaian kebutuhan operasional.

Di Indonesia, salah satu kendaraan komersial listrik yang mulai digunakan untuk mendukung kegiatan pengiriman adalah Wuling Mitra EV. 

Kendaraan jenis van ini hadir di tengah upaya industri logistik mencari alternatif armada yang lebih ramah lingkungan. Penggunaannya sekaligus memperlihatkan bahwa perkembangan kendaraan listrik mulai merambah kebutuhan niaga, bukan hanya pasar mobil penumpang.

Berbeda dengan mobil listrik penumpang, kendaraan komersial seperti van memiliki fungsi utama untuk menunjang kebutuhan usaha, termasuk membawa barang dan mendukung distribusi. 

Karena itu, pemanfaatannya dalam industri logistik perlu mempertimbangkan kapasitas angkut, jarak perjalanan, frekuensi pengiriman, serta ketersediaan fasilitas pengisian daya.

Dalam operasional pengiriman, kendaraan listrik berpotensi mengurangi emisi langsung dari penggunaan kendaraan karena tidak menghasilkan gas buang dari pembakaran bahan bakar saat digunakan. 

Meski demikian, dampak lingkungan secara keseluruhan juga dipengaruhi oleh sumber listrik yang digunakan untuk mengisi daya dan proses produksi kendaraan maupun baterainya.

Artinya, penggunaan kendaraan listrik merupakan salah satu langkah menuju transportasi yang lebih rendah emisi, tetapi manfaatnya perlu dilihat secara menyeluruh, termasuk dari sisi energi dan siklus hidup kendaraan.

Kendaraan Listrik Jadi Alternatif untuk Menekan Emisi Transportasi

Sektor transportasi menghadapi tantangan untuk mengurangi emisi tanpa menghambat mobilitas masyarakat maupun kegiatan ekonomi. Dalam konteks ini, elektrifikasi kendaraan komersial menjadi salah satu pendekatan yang dapat diterapkan secara bertahap, terutama untuk perjalanan dengan rute yang relatif terencana dan berulang.

Kendaraan listrik dapat menawarkan keuntungan operasional tertentu, seperti berkurangnya kebutuhan bahan bakar minyak dan potensi penurunan biaya perawatan pada sejumlah komponen dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran internal. 

Namun, hasil akhirnya bergantung pada harga kendaraan, tarif listrik, pola pemakaian, biaya penggantian baterai, dan ketersediaan infrastruktur pendukung.

Untuk kegiatan pengiriman di kota besar, perencanaan rute dan lokasi pengisian daya menjadi faktor penting. Perusahaan perlu memastikan kendaraan dapat menyelesaikan jadwal pengiriman sesuai kebutuhan tanpa terganggu keterbatasan jarak tempuh atau waktu pengisian baterai.

Di sisi lain, pengembangan kendaraan komersial listrik juga membuka peluang bagi industri otomotif untuk memperluas penggunaan teknologi elektrifikasi ke berbagai segmen usaha. Kendaraan niaga tidak lagi hanya dinilai berdasarkan kemampuan mengangkut barang, tetapi juga efisiensi energi dan dampak lingkungannya.

Target Elektrifikasi 2030 dan Net-Zero 2050 Jadi Pendorong Perubahan

Wuling Mitra EV Blind Van Long Range menjadi salah satu pilihan kendaraan komersial listrik untuk mendukung aktivitas distribusi barang. Pada 20 Oktober 2026, sebanyak 30 unit kendaraan tersebut diserahkan untuk digunakan dalam operasional pengiriman di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya.

Dari jumlah tersebut, 20 unit dialokasikan ke Jakarta, delapan unit ke Surabaya, serta masing-masing satu unit ke Bandung dan Semarang. Penggunaan kendaraan listrik ini menunjukkan bahwa teknologi elektrifikasi mulai diterapkan pada kegiatan pengiriman yang membutuhkan mobilitas rutin di kawasan perkotaan.

Perkembangan kendaraan listrik untuk kebutuhan komersial berlangsung di tengah meningkatnya target pengurangan emisi di tingkat global. DHL Group, misalnya, menargetkan lebih dari 66 persen armada first-mile dan last-mile menggunakan kendaraan listrik pada 2030, serta mencapai net-zero emisi gas rumah kaca pada 2050.

Target tersebut merupakan sasaran perusahaan, bukan target khusus Wuling Mitra EV. Meski demikian, arah kebijakan itu menggambarkan salah satu dorongan pasar terhadap penggunaan kendaraan listrik untuk pengiriman tahap awal dan akhir, yang menghubungkan pusat distribusi dengan pelanggan.

Selain elektrifikasi kendaraan darat, upaya mengurangi emisi logistik juga membutuhkan solusi untuk transportasi udara, pengelolaan energi, dan rantai pasok. DHL Group turut menargetkan penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau Sustainable Aviation Fuel* (SAF) melampaui 30 persen pada 2030.

Bagi Indonesia, perkembangan tersebut memperlihatkan peluang sekaligus tantangan dalam memperluas pemanfaatan kendaraan listrik. Ketersediaan infrastruktur pengisian daya, harga kendaraan, akses terhadap layanan purnajual, serta kesiapan pasokan listrik akan memengaruhi kecepatan adopsinya.

Pada akhirnya, kehadiran kendaraan seperti Wuling Mitra EV di sektor pengiriman menunjukkan bahwa mobil listrik mulai memiliki peran lebih luas dalam kegiatan ekonomi. 

Perubahan ini tidak hanya ditentukan oleh banyaknya kendaraan listrik yang digunakan, tetapi juga oleh kemampuan industri membangun sistem transportasi yang efisien, terjangkau, dan menghasilkan emisi lebih rendah. (udn)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:08
08:29
08:13
08:12
13:03
04:39

Viral