- Kementerian Pariwisata
Penyesalan Kedubes Korea Selatan Imbas Sempat Keluarkan Travel Warning ke Bali, Begini Respons Kemenpar
Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyikapi klarifikasi dari Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Korea Selatan. Hal ini akibat penerbitan peringatan perjalanan (travel advisory) ke Bali.
Dalam peringatan diunggah melalui situs resminya, Rabu (1/4/2026), Kedubes Korea Selatan memberikan pernyataan hal tersebut untuk masyarakat Korea Selatan saat ingin melakukan travel ke Bali.
Kedubes Korea Selatan untuk Indonesia menganggap kasus kejahatan dan kekerasan semakin marak. Hal ini kerap menargetkan warga asing di Bali dan rentan terjadinya pembunuhan, penyerangan seksual hingga pelecehan seksual.
Peringatan ini menuai topik menegangkan di media sosial. Akibatnya, travel advisory tersebut dihapus dan Kedubes Korea Selatan mengunggah imbauan terbarunya sekaligus meminta maaf pada Jumat (3/4/2026).
"Kedutaan Besar Republik Korea menyampaikan permohonan maaf serta menjelaskan bahwa unggahan travel advisory sebelumnya terjadi karena kekhilafan Konsul Jenderal Republik Korea saat merespons pertanyaan warga negaranya terkait sejumlah kasus kriminal di Bali," demikian bunyi Kemenpar usai mengonfirmasi keterangan resmi Kedubes Korea dari Jakarta dikutip, Jumat (17/4/2026).
- Kemenpar
Ungkapan permintaan maaf tersebut setelah Kemenpar bersama Kementerian Luar Negeri melakukan koordinasi dan bertemu dengan Kedubes Korea.
Dari hasil pertemuan tersebut, Kedubes Korea untuk Indonesia memberikan imbauan agar warga negara Korea Selatan melakukan langkah kehati-hatian. Namun, pernyataan itu tidak bertujuan mencederai citra Bali menjadi wilayah destinasi wisata dunia.
Pihak Kedubes mengaku khilaf soal unggahan travel advisory. Sebab, hal itu terjadi lantaran Konsul Jenderal Republik Korea menjawab pertanyaan dari warga negara Korea Selatan yang menyinggung kasus kriminal di Bali.
Kemenpar berpendapat, Kedubes Republik Korea untuk Indonesia kini menggunakan pendekatan yang lebih umum usai memperbarui narasi travel advisory. Mereka juga menghapus rincian kasus diduga melibatkan WNA di Bali.
Akibat kejadian ini, pihak Kedubes Republik Korea akan selalu melakukan koordinasi dengan pemerintah Indonesia, baik narasi yang bersifat positif maupun sensitif.
Untuk menyikapi kesalahannya, pihak Kedutaan juga memberikan penjelasan kepada media di Republik Korea. Pihaknya siap meluruskan terkait kondisi riil pariwisata di Bali.