- Pexels/Gokul Mohan
Berdiri Sejak 1780, Desa Tambi Berada di Tengah Kebun Teh Peninggalan Belanda yang Kini Jadi Wisata Hits
tvOnenews.com - Di lereng Gunung Sindoro, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, terdapat sebuah desa yang menawarkan suasana sejuk, panorama hijau, dan sejarah panjang yang masih terjaga hingga sekarang.
Desa tersebut adalah Desa Tambi, sebuah kampung yang berada tepat di tengah hamparan perkebunan teh peninggalan era kolonial Belanda.
Keberadaan Desa Tambi menjadikannya berbeda dari desa-desa lain di Wonosobo.
Dari berbagai sudut desa, pengunjung dapat menikmati pemandangan kebun teh yang membentang luas dengan udara pegunungan yang segar sepanjang hari.
Bagi masyarakat Wonosobo, nama Kebun Teh Tambi tentu sudah tidak asing lagi.
Perkebunan ini telah menjadi salah satu ikon wisata alam sekaligus penghasil teh berkualitas sejak masa kolonial Belanda.
Mengutip informasi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Kebun Teh Tambi berada di kawasan dengan ketinggian sekitar 800 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut.
Luas arealnya mencapai sekitar 830 hektare sehingga menghadirkan panorama hijau yang memanjakan mata.
Lokasinya berada di jalur menuju kawasan wisata Dieng, sehingga sering menjadi tempat persinggahan wisatawan yang ingin menikmati suasana pegunungan sebelum melanjutkan perjalanan.
Desa Tambi sendiri berada di wilayah Kecamatan Kejajar, sekitar 18 kilometer dari pusat Kota Wonosobo atau sekitar 16 kilometer dari Dataran Tinggi Dieng.
Desa ini berada pada ketinggian kurang lebih 1.400 meter di atas permukaan laut dengan lingkungan yang dikelilingi pegunungan, termasuk Gunung Sindoro di sisi timur.
Selain dikenal karena keindahan alamnya, Desa Tambi juga memiliki nilai sejarah yang cukup panjang.
Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, desa ini dipercaya telah berdiri sejak tahun 1780.
Berdirinya desa dikaitkan dengan perjalanan sejumlah tokoh penyebar agama Islam di wilayah Wonosobo, di antaranya Mbah Bawak, Kyai Jabal Sidiq atau Tumenggung Tempurung, Syekh Abdullah, serta beberapa wali lainnya.
Sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda, kawasan ini juga menjadi lokasi berdirinya Pabrik Teh Tambi yang hingga kini masih beroperasi dan menjadi bagian penting dalam pengolahan teh dari perkebunan sekitar.
Mayoritas warga Desa Tambi bekerja sebagai petani.
Kondisi tanah yang subur dan udara yang sejuk membuat berbagai tanaman dataran tinggi tumbuh dengan baik, seperti kubis, tomat, seledri, serta aneka sayuran lainnya yang menjadi hasil pertanian unggulan masyarakat setempat.
Tak hanya menawarkan kebun teh yang luas, Desa Tambi juga menyimpan berbagai destinasi wisata alam.
Wisatawan dapat menjelajahi air terjun, menikmati agrowisata, hingga menjadikan kawasan ini sebagai titik awal pendakian menuju Gunung Sindoro.
Kini, Kebun Teh Tambi juga terus berbenah dengan menghadirkan berbagai fasilitas wisata yang semakin lengkap.
Pengunjung tidak hanya dapat berjalan santai di antara hamparan tanaman teh, tetapi juga menikmati suasana dari kafe yang berada di tengah kebun teh dengan latar panorama pegunungan yang menawan.
Bagi pencinta aktivitas luar ruangan, tersedia pula wahana ATV yang memungkinkan wisatawan menyusuri jalur perkebunan dengan sensasi berbeda.
Ada juga gondola yang menawarkan pengalaman menikmati pemandangan kebun teh dari ketinggian.
Banyak wisatawan memanfaatkan keindahan alam Tambi untuk mengabadikan momen.
Kini tersedia pula layanan dokumentasi menggunakan drone, sehingga hasil foto maupun video liburan terlihat lebih spektakuler dengan latar hamparan kebun teh yang luas.
Bagi yang ingin menikmati suasana pegunungan lebih lama, tersedia area camping dengan udara yang sejuk dan panorama matahari terbit yang memukau.
Berbagai spot foto kekinian, area bersantai, hingga fasilitas pendukung lainnya juga terus dikembangkan untuk memberikan pengalaman wisata yang lebih nyaman bagi pengunjung.
Perpaduan antara sejarah, budaya, panorama alam, serta fasilitas wisata modern menjadikan Desa Tambi sebagai salah satu destinasi yang layak dikunjungi saat berada di Wonosobo.
Tak hanya menikmati secangkir teh hangat dari perkebunan bersejarah, wisatawan juga dapat merasakan pengalaman liburan yang lengkap di tengah suasana pegunungan yang masih alami. (gwn)