- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Ekowisata Tak Lagi Sekadar Menikmati Alam, Ini Konsep 7E yang Bisa Mengubah Cara Destinasi Dikembangkan
Dalam pengembangannya, kawasan tersebut menggunakan pendekatan 3E yang kemudian diperluas menjadi 7E. Sejumlah program keberlanjutan yang disebut telah dilakukan antara lain penanaman lebih dari 120.000 pohon serta 8 juta semak dan tanaman penutup tanah, pemulihan lahan, pendataan keanekaragaman hayati, pengelolaan air dan hidrologi, serta sistem pengelolaan sampah.
Dari sisi sosial, pengembangan kawasan ini disebut telah melibatkan lebih dari 500 tenaga kerja, termasuk sekitar 300 masyarakat sekitar. Saat beroperasi, destinasi tersebut diproyeksikan membuka lebih dari 1.200 lapangan pekerjaan. Sebanyak 5 persen laba bersih juga direncanakan dialokasikan untuk program pelestarian alam, budaya dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Pengalaman pengunjung kemudian dirancang melalui sejumlah aktivitas seperti Suspension Bridge, Tree House & Net Adventure, Cultural Walk, Nature Walk, Forest Adventure hingga Forest Camp yang mencakup camping ground, glamping dan cabin.
“Pada akhirnya, kami ingin orang tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga pulang membawa pengalaman, pemahaman, dan makna yang baru. Itulah perjalanan yang ingin kami bangun bersama,” ujarnya.
Pada akhirnya, masa depan ekowisata bukan tentang seberapa banyak orang dapat didatangkan ke sebuah destinasi, melainkan seberapa baik sebuah destinasi mampu menjaga apa yang membuatnya menarik sejak awal.
Alam tetap lestari, budaya tetap hidup, masyarakat mendapatkan manfaat, dan wisatawan pulang dengan pengalaman yang lebih dari sekadar foto. Di titik inilah konsep 7E menjadi relevan: menjadikan perjalanan bukan hanya hiburan, tetapi juga bagian dari upaya merawat tempat yang dikunjungi. (udn)