Indonesia dan Makau Perkuat Kerja Sama Ekonomi, 120 Business Matching Digelar
- Antara
tvOnenews.com - Hubungan ekonomi Indonesia dan Makau memasuki fase semakin strategis, tidak hanya melalui pariwisata, tetapi juga perdagangan, investasi, ekonomi kreatif, teknologi, kesehatan, produk halal, farmasi, hingga industri Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE). Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam Macao Economic, Trade and Tourism Investment Promotion Seminar yang digelar Pemerintah Daerah Khusus Makau di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Acara dihadiri lebih dari 350 tamu, termasuk Kepala Eksekutif Daerah Khusus Makau Tsang Ho-Fai, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Susiwijono Moegiarso, Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lu-tong, delegasi pemerintah dan pengusaha Makau, serta pelaku usaha Indonesia.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut digelar lebih dari 120 pencocokan dan pertukaran bisnis yang menghasilkan sekitar 40 perjanjian kerja sama atau surat pernyataan niat.
Chairman of the Macao Trade and Investment Promotion Institute (IPIM) Mr Xie Yongqiang mengatakan kegiatan itu menunjukkan besarnya potensi kolaborasi antara perusahaan Makau dan Indonesia. Selama dua hari pertukaran bisnis, pihaknya melihat peluang signifikan pada sektor farmasi, produk kesehatan, dan produk khusus lainnya.
âSebagai lembaga promosi investasi Daerah Administratif Khusus Makau, kami bertujuan untuk sepenuhnya memanfaatkan peran Makau sebagai platform antara Tiongkok dan pasar internasional,â ujar Xie.
Menurut Xie, IPIM memiliki enam kantor perwakilan di China daratan yang dapat membantu perusahaan asing memanfaatkan Makau untuk memperluas produk dan layanan ke kawasan Greater Bay Area Guangdong-Hong Kong-Macao dan pasar China daratan. Perusahaan Indonesia juga dapat menggunakan Makau sebagai basis pengembangan produk, promosi, dan sertifikasi sebelum memasuki pasar konsumen China.
Selain itu, Makau memiliki hubungan erat dengan sembilan negara berbahasa Portugis sehingga dapat menjadi penghubung bagi perusahaan Indonesia untuk memperluas bisnis ke pasar tersebut.
Xie juga memperkenalkan Skema Toko Pertama yang memberikan dukungan maksimal sekitar MOP1 juta bagi perusahaan luar negeri yang membuka toko pertama di Makau. Program itu ditujukan untuk memperkaya sektor pariwisata dan konsumsi melalui masuknya makanan, produk khusus, dan merek internasional.
Load more