- Tim tvOne - Sonik Jatmiko
Melihat Komunitas Penghobi Gaman di Banyumas Jawa Tengah
Banyumas, Jawa Tengah - Gaman adalah kata baku yang berarti senjata. Senjata dalam hal ini berarti lebih luas, tak melulu alat perang. Tetapi alat yang bisa membantu aktivitas sehari-hari. Di sinilah para penghobi gaman berkumpul.
Nama komunitas penghobi gaman adalah Asgardian, kependekan dari Asosiasi Gaman Lovers Sedulur Penginyongan.
Dibentuk pada 2014, anggotanya tak hanya dari Kabupaten Banyumas, tetapi juga sekitarnya. Mulai dari Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Brebes, hingga Pekalongan.
"Wilayah ini masih menggunakan bahasa lokal 'inyong' untuk menyebut 'saya' ini yang menginspirasi ada penginyongan di nama komunitas kami," ujar Ketua Asgardian, Guyub Triyanto.
Sebagian besar anggota adalah mereka yang memang menyukai dan memiliki gaman atau ada juga yang menyebut bilah. Mulai dari pisau, parang, pedang, sampai kapak.
"Gaman memang luas, intinya alat yang bisa membantu mempermudah aktivitas hidup dan bertahan hidup," ujar Guyub.
Anggotanya tak melulu pemilik dan penghobi gaman. Tetapi juga para pembuat gaman, atau istilahnya empu. Bagi mereka, memiliki dan mengoleksi gaman adalah kepuasan.
"Yang tradisional khas tiap daerah aja bentuknya bagus unik. Apalagi kita juga bisa bebas berkreasi mendesain dan membuat gaman untuk sendiri," ujar Dedi Irawan, salah seorang anggota Asgardian.
Tiap sebulan sekali, diadakan pertemuan. Nah, saat pertemuan ini, anggota membawa serta koleksinya.
"Itu jadi ajang diskusi sesama anggota. Salah satunya berbagi ilmu cara merawat dan menyimpan gaman," ujar Dedi.
Pertemuan, seringkali diadakan di tempat publik. Biasanya juga disertai ajang uji ketangkasan penggunaan gaman.
"Kalau di tempat publik, kita sengaja pamer ke masyarakat luas. Tentu saja fungsinya untuk mengenalkan dan mengedukasi masyarakat luas tentang gaman," ujar Guyub.
Seperti kopi darat Asgardian di Taman Usman Janatin Purbalingga. Banyak warga pengunjung taman yang melihat koleksi anggota dan menanyakan banyak hal.
"Ini misalnya, kudi, gaman khas Banyumasan. Dari bentuknya yang lucu, ada banyak fungsi di tiap bagian. Untuk membelah bambu atau mengupas kelapa. Ini gaman sesuai dengan aktivitas masyarakatnya," jelas Guyub.
Selain pamer koleksi dan latihan ketangkasan, biasanya anggota komunitas juga memberi informasi dan tips kepada masyarakat awam tentang keamanan penggunaan gaman.
Sebaiknya gaman pada bagian pegangan diberi tali, saat menggunakan. Tali dibebatkan ke pergelangan tangan, agar saat pisau terlepas, tidak membahayakan. Tangan yang tidak digunakan untuk memegang gaman sebaiknya berada di pinggang belakang, agar tidak ada gerakan reflek memegang sasaran pemotongan meleset.
Selian tips keamanan, anggota juga menunjukan perawatan gaman. Mengasah gaman adalah salah satu aktivitas penting dalam perawatan. Gerakan mengasah harus satu arah, dan berlawanan dengan bagian sisi mata gaman yang tajam.
Komunitas ini pernah menjadi tuan rumah gelaran jambore blades lovers skala internasional di Baturraden. Di event itu ada pamer koleksi gaman dari sejumlah negara peserta dan tentu saja atraksi gaman berskala internasional.(Sonik Jatmiko/Buz)