- Kolase tvOnenews.com
Tak Kuasa Menahan Tangis, Agus Sedih Banyak Netizen yang Bully Dirinya, Sambil Terisak Ia Bilang: Saya Pasrah...
tvOnenews.com - Agus Salim, korban penyiraman air keras oleh rekan kerjanya yang membuat dirinya harus kehilangan penglihatan, belakangan ini menjadi sorotan publik tanah air.
Kisahnya yang pilu mampu menarik simpati banyak orang, sehingga tak sedikit yang berniat untuk membantu pengobatannya.
Melalui Yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan milik Pratiwi Noviyanthi, netizen berbondong-bondong membantu pengobatan Agus dengan berdonasi sejumlah uang.
- YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo
Alih-alih fokus untuk kesembuhannya, Agus malah mengecewakan banyak orang dengan menyalahgunakan uang donasi.
Berdasarkan kabar yang beredar, diduga uang donasi tersebut selain digunakan buat pengobatan juga dipakai untuk membantu keperluan pribadi hingga membayar utang dari keluarganya yang ia sebut Wawa.
Sontak, rasa simpati dari netizen berubah jadi perasaan marah hingga melontarkan banyak ungkapan bully untuk Agus.
Didampingi kuasa hukumnya, Farhat Abbas, melalui program Dua Sisi tvOne, Agus sampai tak kuasa menahan tangisnya dan menghaturkan permohonan maaf untuk netizen. Menyebut bahwa ada kesalahpahaman terkait uang donasi.
- tangkapan layar YouTube tvOnenews
Dalam kesempatan ini, Agus terlihat tak berdaya dan menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Menyatakan bahwa dari awal dirinya tak mendapat pembinaan soal pemanfaatan uang donasi.
"Memang, kan saya dari awal pun, saya tidak tahu. Ya, namanya donasi, ya tahu saya itu milik saya, karena tidak ada pengarahan dari awal, kan," ujarnya, dikutip dari kanal YouTube tvOnenews, Kamis (5/12).
Dari ketidaktahuan tersebut, akhirnya berujung dengan kesalahpahaman. Agus yang menganggap uang tersebut sudah menjadi haknya mengira bahwa ia bisa menggunakannya untuk keperluan lain diluar pengobatan.
Merasa dirinya bersalah, Agus mengaku bahwa dirinya sudah pasrah dan menerima bully-an yang dilontarkan netizen untuk dirinya.
"Cuman ya, meskipun saya jelaskan seperti ini publik tidak akan mengerti apa yang saya rasakan, saya hanya pasrah mereka nge-bully saya. Kalaupun memang saya salah secara moral, saya minta maaf, semaaf-maafnya dari hati paling dalam," ujarnya sambil terisak.