- YouTube/GitaWirjawan
Tak Kuasa Menahan Air Mata, Sri Mulyani Kecewa Disamakan dengan Ahmad Sahroni, Penyebabnya…
tvOnenews.com - Kisah pilu mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, kembali mencuat setelah Mahfud MD membocorkan cerita di balik pengunduran dirinya dari kabinet Presiden Prabowo Subianto.
Dalam sebuah tayangan YouTube Leon Hartono, Mahfud MD menuturkan bahwa Sri Mulyani sudah lama ingin mundur dari jabatan yang diembannya.
Bahkan sebelum akhirnya digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa dalam reshuffle kabinet beberapa waktu lalu.
Mahfud MD menegaskan, Sri Mulyani bukan sekadar diberhentikan, melainkan memang telah dua kali mengajukan permohonan pengunduran diri kepada Presiden Prabowo.
Namun, baru setelah reshuffle September lalu, keinginannya tersebut dikabulkan.
“Kalau yang dari dulu saya dengar juga tapi belum mendalami, tapi yang akhir-akhir sampai pemecatannya ini, saya mendengar bahwa beliau memang sampai dua kali minta mengundurkan diri kepada Presiden Prabowo tapi belum dikabulkan sampai akhirnya di-reshuffle,” ujar Mahfud MD.
Salah satu alasan utama yang mendorong Sri Mulyani untuk mundur adalah tragedi penjarahan rumahnya di kawasan Bintaro.
Peristiwa itu disebut membuat dirinya begitu terpukul.
Mahfud menuturkan bahwa Sri Mulyani sangat kecewa karena merasa negara tidak hadir secara maksimal untuk melindungi dirinya.
"Beliau sangat kecewa saya dengar, "kenapa rumah saya sampai dijarah seperti itu, negara tidak memberikan perlindungan yang cukup",” ungkap Mahfud MD.
Menurut Mahfud, seharusnya aparat bisa mengantisipasi potensi kejadian serupa, terlebih setelah sebelumnya rumah anggota DPR RI Ahmad Sahroni juga sempat jadi sasaran massa.
“Kalau negara bisa mengatakan itu kan terjadi tiba-tiba. Tapi semestinya diantisipasi kan, kalau sudah terjadi di rumah Sahroni, mestinya di tempat pejabat itu dijaga,” tambahnya.
Kekecewaan Sri Mulyani bukan hanya karena kehilangan harta benda akibat penjarahan, melainkan juga karena adanya perbandingan yang tidak menyenangkan.
Mahfud mengungkapkan bahwa Sri Mulyani merasa sedih disamakan dengan Ahmad Sahroni.
“Yang saya dengar sih keluhannya, saya sih nggak apa-apa orang menjarah mungkin karena butuh. Tapi saya tetap kecewa karena penjagaan dari aparat kurang. Yang kedua, saya disamakan dengan Sahroni. Disamakan dengan Sahroni itu kan nggak enak,” tutur Mahfud MD.
Pernyataan itu menyingkap sisi emosional Sri Mulyani yang jarang terekspos publik.
Mahfud bahkan menuturkan bahwa Sri Mulyani sampai menangis lantaran kesedihan mendalam tersebut.
“Dia nangis di situ, katanya. Kalau katanya ini artinya dari sumber-sumber yang pernah bertemu langsung dengan bu Sri Mulyani dan bisa dipercaya,” ucapnya.
Cerita ini memperlihatkan bahwa tekanan sebagai pejabat publik tidak hanya datang dari tanggung jawab pekerjaan, tetapi juga dari situasi sosial yang kadang di luar kendali.
Sri Mulyani, yang selama ini dikenal sebagai sosok tangguh dalam mengelola keuangan negara, ternyata menyimpan luka batin yang besar akibat peristiwa tersebut.
Sebagaimana diketahui, Sri Mulyani adalah salah satu menteri paling lama menjabat di kabinet.
Ia dipercaya sebagai Menteri Keuangan sejak era Susilo Bambang Yudhoyono, lalu kembali dipercaya di era Joko Widodo selama dua periode penuh.
Hingga tahun 2024, Sri Mulyani masih menduduki kursi Menkeu sebelum akhirnya diperpanjang kembali di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Namun, perjalanan panjangnya di pemerintahan itu akhirnya harus berakhir pada 8 September 2025.
Dalam reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo, Sri Mulyani digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa.
Meski secara resmi disebut reshuffle, Mahfud MD menegaskan bahwa pergantian ini sejatinya sudah melalui proses panjang pengajuan pengunduran diri dari Sri Mulyani sendiri. (adk)