- TikTok/dawuh.punjer
Kelakuan Gus Elham Yahya Bikin Publik Geram, Wamenag Ikut Turun Tangan: Harus Dihentikan!
tvOnenews.com - Nama Gus Elham Yahya kini tengah menjadi perbincangan hangat di berbagai media sosial.
Pendakwah muda asal Kediri itu mendadak viral setelah sebuah video memperlihatkan dirinya mencium anak kecil beredar luas di dunia maya.
Aksi tersebut menuai reaksi keras dari masyarakat, terutama karena dilakukan di tengah kegiatan dakwah yang seharusnya menjadi momen penuh keteladanan dan nilai-nilai moral.
Dalam video berdurasi beberapa detik yang beredar, Gus Elham terlihat menciumi beberapa anak kecil di pipi dan bibir.
Banyak warganet menilai tindakannya tidak pantas dilakukan oleh seorang tokoh agama, terlebih di hadapan publik.
Nama Gus Elham bahkan sempat trending di berbagai platform media sosial, disertai beragam komentar yang mengkritik perilaku sang pendakwah.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) turut memberikan tanggapan resmi terkait kasus ini.
Mereka menilai tindakan yang dilakukan oleh Gus Elham tidak mencerminkan akhlakul karimah dan jauh dari ajaran Islam yang menekankan kasih sayang, etika, serta kehormatan terhadap anak-anak.
PBNU juga menegaskan bahwa ulama atau tokoh agama seharusnya menjadi teladan yang baik di masyarakat, bukan justru menimbulkan kontroversi yang dapat mencoreng citra dakwah.
"Itu menodai nilai-nilai dakwah sendiri yang seharusnya memberikan teladan melalui sikap dan lakunya kepada umat," ujar Ketua PBNU Alissa Wahid.
Tak hanya PBNU, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii juga turun tangan menanggapi viralnya video tersebut.
- Kolase Humas Kemenag RI & Instagram/@ellhamyahya
Ia menilai bahwa perilaku seperti yang dilakukan Gus Elham tidak bisa dibiarkan begitu saja.
Dalam keterangannya kepada awak media, Romo Syafii menegaskan pentingnya menjaga citra lembaga keagamaan dan melindungi anak-anak dari segala bentuk tindakan yang tidak pantas.
“Tadi juga disimpulkan ada surat keputusan dari Dirjen Pendis tentang madrasah dan pesantren ramah anak. Intinya agar anak-anak madrasah dan pesantren mendapatkan pemenuhan haknya sebagai peserta didik dan jauh dari tindak kekerasan yang tidak seharusnya mereka terima,” kata Romo.
Ia menambahkan bahwa pihak Kementerian Agama akan memperketat pengawasan terhadap kegiatan keagamaan yang melibatkan anak-anak, terutama di lingkungan pesantren dan majelis taklim.
Romo Syafii menegaskan bahwa kasus-kasus serupa harus menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak terulang kembali.
“Kasus-kasus hukum mungkin tetap ada, tapi kita sepakat ke depan pengawasan ini lebih ditingkatkan agar peristiwa itu bisa dihindari,” ujarnya.
Lebih lanjut, Romo juga menyatakan secara tegas.
“Saya sepakat dengan pendapat publik, ini harus segera dihentikan," ujarnya.
Ucapan tersebut memperlihatkan komitmen pemerintah untuk melindungi hak-hak anak di lingkungan pendidikan agama serta mendorong terciptanya ruang dakwah yang aman dan beretika.
Sementara itu, video klarifikasi dari Gus Elham juga sempat beredar.
Dalam pernyataannya, ia menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat luas dan mengakui bahwa tindakannya itu merupakan kekhilafan pribadi.
Ia berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut dan akan berdakwah dengan cara yang lebih bijak ke depannya.
"Saya secara pribadi memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas beredarnya video yang menimbulkan kegaduhan. Saya mengakui bahwa hal tersebut merupakan kekhilafan dan kesalahan saya pribadi,” ujarnya.
Namun, permintaan maaf tersebut belum sepenuhnya meredakan amarah publik.
Banyak netizen tetap menilai bahwa tindakan Gus Elham telah melanggar norma sosial dan agama, serta berpotensi memberikan contoh buruk bagi jamaah muda yang mengidolakannya.
"Kok ada sih yang percaya bahkan ngeidolain orang yang nyentuh anak diluar batas? bahkan ngerokok dengan bangganya," komentar netizen di akun Instagram @ellhamyahya.
"Lindungi anak cucu kami dari orang-orang modelan begini ya Allah," kata yang lain. (adk)