- Julio Trisaputra/tvOnenews
Kisah Haru Korban Kebakaran Gedung Terra Drone, Merantau ke Jakarta Demi Jadi Tulang Punggung Keluarga
tvOnenews.com - Duka mendalam tengah menyelimuti keluarga korban kebakaran yang melanda gedung Terra Drone di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Hingga kini, pihak kepolisian memastikan ada 22 korban jiwa yang ditemukan terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki.
Salah satu kisah paling menyayat hati datang dari seorang karyawati bernama Pariyem (25) perempuan muda asal Lampung yang menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam peristiwa tragis tersebut.
Siapa sangka, di balik kesederhanaannya, Pariyem merupakan sosok tulang punggung keluarga di kampung halamannya.
Ia merantau ke Jakarta bukan untuk bersenang-senang, melainkan demi menafkahi ibunya yang sudah lanjut usia. Sejak sang ayah meninggal dunia, beban ekonomi keluarga sepenuhnya berada di pundaknya.
“Iya, dia tulang punggung keluarga, karena bapaknya sudah enggak ada, ibunya sudah tua, sudah enggak bisa jalan jauh,” ujar Sulaiman, tetangga sekaligus pendamping kakak korban, seperti dilansir dari kanal YouTube detikcom.
- tvOnenews - Julio
Pariyem dikenal sebagai sosok yang rajin, ramah, dan bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Keluarga di kampung selalu menanti kiriman uang darinya untuk kebutuhan sehari-hari.
Sebelum tragedi kebakaran yang merenggut nyawanya, Pariyem sempat memperlihatkan aktivitas terakhirnya melalui status WhatsApp.
Ia tampak sedang beristirahat dan menikmati makan siang bersama rekan kerja.
"(Status WA lagi) makan. Jam makan siang. Karena ada yang makan siang, ada yang salat. Itu pas jam makan siang,” tutur Sulaiman.
Namun, siapa sangka, unggahan sederhana itu menjadi momen terakhir yang ditinggalkan Pariyem untuk keluarga dan teman-temannya.
Tak lama setelah itu, gedung Terra Drone dilaporkan terbakar dan menimbulkan kepulan asap tebal yang membuat panik di kalangan karyawan.
Kejadian ini menyebabkan sebagian besar pekerja terjebak di lantai atas tanpa sempat menyelamatkan diri.
- Julio Trisaputra/tvOnenews
Sore harinya, saat kabar kebakaran mulai tersebar, keluarga Pariyem mencoba menghubungi ponselnya, namun tak mendapat respons.
Telepon tak diangkat, pesan tak terbaca, hingga akhirnya nomor tersebut tidak bisa dihubungi sama sekali.