- Kolase tvOnenews.com/ Instagram @slametviabambangan
Berkaca dari Hilangnya Pendaki Syafiq Ali di Gunung Slamet, Mendaki Harus Siapkan Mental dan Persiapan Matang
Jakarta, tvOnenews.com- Kasus hilangnya Pendaki Syafiq Ali di Gunung Slamet bisa dijadikan pembelajaran oleh siapapun. Terlebih anak muda agar lebih berhati-hati.
- Kolase tvOnenews.com/ Istimewa
Pendaki Syafiq Ali diketahui hilang pada Minggu (28/12/2025) yang mendaki melalui jalur Dipajaya. Ditemani dengan seorang teman yang berniat muncak dan turun bersama.
Siapa sangka, dalam perjalanannya yang diketahui telah mendapatkan izin dari keluarga berujung duka. Sebab Syafiq Ali dan temannya sempat dikabarkan hilang di Gunung Slamet pada Sabtu (27/12/2025).
Namun apa daya, takdir mereka berbeda, karena Syafiq Ali harus ditemukan dalam keadaan meninggal dunia (MD). Kabar ini diketahui setelah ia menghilang kurang lebih 17 hari dan ditemukan di area jalur Gunung Malang dan Baturraden, dan masih dalam proses evakuasi.
Diketahui, hingga Minggu malam sekitar pukul 21.00 WIB, Syafiq dan Himawan belum kembali. Pengelola base camp kemudian mengerahkan petugas untuk melakukan pengecekan awal.
Berjalannya waktu, titik terang muncul pada Senin (29/12/2025) sekitar pukul 09.00 WIB. Himawan telah ditemukan oleh pendaki lain di sekitar Pos 9 jalur Dipajaya dalam kondisi lemas dan mengalami cedera akibat kram pada kaki. Ia kemudian dievakuasi oleh petugas.
- Kolase tvOnenews.com/ Instagram @slametviabambangan
"Alhamdulillah Ya Allah, Telah ditemukan Syafiq Ridhan Ali Razan (18) di lereng puncak sisi selatan, tepatnya di antara jalur Gunung Malang dan Baturraden, kondisi meninggal dunia (MD). Saat ini proses evakuasi masih berlangsung."
"Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum. Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan," diunggah salah satu akun medsos pemalang.update, dikutip Rabu (14/1).
Pesan Penting untuk Pendaki
Merangkum laman dp3appkb Cirebon, bahwa almarhum Syafiq Ali selama mendaki telah membawa pesan khusus untuk sang mantan. Diketahui, pesan plakat kecil tersebut berisi pesan personal yang ia bawa selama pendakian.
"HI MANTAN, DAPAT SALAM DARI GUNUNG SLAMET 3428 MDPL"
"Sekilas terkesan ringan dan bercanda, tetapi jika dibaca lebih dalam, tersirat cerita tentang hati yang sedang tidak baik baik saja." dalam keterangan website.
Sehubungan kasus hilangnya Pendaki Syafiq Ali asal Magelang ini, mengingatkan kita pada pentingnya untuk menjaga mental dan mempersiapkan segala kesiapan dan keperluan mendaki secara matang.
Dijelaskan, jangan terjebak FOMO, atau melainkan takut tertinggal tren atau ingin diakui. Akibatnya, pendakian dilakukan tanpa persiapan memadai, padahal gunung adalah ekosistem ekstrem yang tak bisa disepelekan.
Bagi sebagian anak muda, atau sering kita sebut "Gen Z", gunung juga dijadikan tempat pelarian emosional. Padahal mendaik bukan solusi atas luka batin. Saat mental tak stabil, risiko salah mengambil keputusan pun meningkat, dan alam tak pernah berkompromi.
Merangkum laman, eigeradventure bahwa mendaki perlu memerhatikan kondisi tubuh sebelum naik gunung. Pastikan untuk rutin melakukan latihan fisik dan olahraga persiapan naik gunung, seperti jogging atau workout, agar tubuh semakin bugar, serta tidur yang cukup.
Juga perlu, mengenakan pakaian yang sesuai, seperti pakaian dengan bahan quick dry agar cepat kering, dan sepatu hiking.
Tidak melupakan membawa first aid kit, alat navigasi, senter, tabir surya, pisau lipat, perbekalan, pakaian, sleeping bag, jas hujan, korek api, dan kacamata hitam.(klw)