- YouTube/Comic8Revolution
Netizen Korek Masa Lalu Denada, SMA di Jakarta hingga Pindah ke Australia Diduga karena Hamil
Jakarta, tvOnenews.com – Nama penyanyi Denada kembali menjadi perbincangan publik, selama sepekan terakhir. Sejumlah spekulasi bermunculan usai dirinya digugat secara perdata oleh seorang pemuda asal Banyuwangi, Al Ressa Rizky Rossano.
Al Ressa Rizky Rossano sebelumnya tampil ke publik didampingi tim kuasa hukum. Ia resmi mengajukan gugatan perdata senilai Rp7 miliar terhadap Denada atas dugaan penelantaran anak kandung.
Seiring mencuatnya gugatan tersebut, warganet ramai menelusuri kebenaran klaim Al Ressa sebagai anak biologis Denada. Tak sedikit pula yang mengulik kembali rekam jejak masa lalu penyanyi rap tersebut.
- Instagram @denadaindonesia
Salah satu komentar netizen yang menjadi sorotan mengungkap kisah masa muda Denada. Spekulasi itu awalnya dibagikan akun Instagram @gosip_danu dan kemudian diulas oleh Cumicumi.
"Pas masih di SMA 3 Jakarta hamil," tulis akun bernama Danielle Woro Prabandari dilansir dari Cumicumi, Selasa (13/1/2026).
Berdasarkan data pribadi, Denada memiliki nama lengkap Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan dan lahir pada 19 Desember 1978. Secara riwayat pendidikan, Denada diketahui pernah mengenyam bangku sekolah di SMAN 3 Jakarta, salah satu SMA negeri ternama di Ibu Kota.
Dalam tangkapan layar komentar tersebut, netizen menyebutkan bahwa penyanyi berusia 47 tahun itu diduga hamil saat masih duduk di bangku SMA, sebelum akhirnya berpindah ke Australia.
"Dipindahin (almarhumah Emilia Contessa) ibunya ke Australia sampai lahiran," terangnya.
Netizen tersebut juga menyebutkan, setelah melahirkan, bayi yang baru lahir langsung dibawa oleh mendiang ibunda Denada, Emilia Contessa, ke Banyuwangi. Bayi itu diduga merupakan sosok Ressa Rizky.
"Diambil Emilia Contessa dibawa ke Banyuwangi," imbuhnya.
Keterangan tersebut dinilai selaras dengan penjelasan kuasa hukum Ressa Moh Firdaus Yulianto. Ia menyebutkan, Ressa memang dibawa dari Jakarta ke Banyuwangi sejak masih bayi.
Firdaus menuturkan, setelah proses persalinan selesai, Denada kembali melanjutkan pendidikannya. Pada masa itu, Denada juga mulai terjun ke industri musik Tanah Air.
Alih-alih fokus sepenuhnya di dunia hiburan, Denada disebut memilih melanjutkan sekolahnya hingga ke Australia.
"Denada lanjutin sekolah (di Australia), sampai balik ke Indo menjadi penyanyi rap dan RnB dengan status publik single," jelasnya.
Ia menegaskan, informasi tersebut bukan sekadar asumsi pribadi, melainkan diperoleh dari rekan sekolah Denada pada masa itu.
- Kolase Instagram/@ressarossano__/@denadaindonesia
Awal Mula Gugatan Ressa terhadap Denada
Sebelumnya diberitakan, Ressa Rizky Rossano muncul ke hadapan publik bersama tim kuasa hukumnya. Ia menggugat Denada ke Pengadilan Negeri Banyuwangi, Jawa Timur.
Gugatan tersebut dilayangkan atas dugaan penelantaran anak kandung dan telah terdaftar dengan nomor perkara 288 sejak 26 November 2025.
Firdaus Yulianto menjelaskan, gugatan itu diajukan sebagai upaya memperjuangkan hak Ressa yang diduga telah ditelantarkan selama 24 tahun.
"Kami mendapatkan kuasa untuk mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum atas nama inisial D. Kami ingin memperjuangkan hak-haknya sebagai anak kandung agar bisa dipenuhi melalui gugatan di Pengadilan Negeri Banyuwangi," ungkap Firdaus kepada tvOnenews.com, Kamis (8/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ressa turut menceritakan kondisi hidupnya yang jauh dari kata berkecukupan. Ia mengaku pernah bertemu Denada, namun kala itu hanya memandang sang artis sebagai sepupu sehingga memanggilnya dengan sebutan “mbak” atau “kakak”.
Ressa juga mengungkapkan keterbatasan ekonomi yang dialaminya. Ia mengaku kerap hanya makan satu kali sehari dan terpaksa berhenti kuliah di semester empat di salah satu kampus swasta di Banyuwangi.
- Instagram/denadaindonesia
Saat ini, Ressa bekerja sebagai penjaga toko kelontong 24 jam dan tinggal di sebuah rumah yang sebelumnya merupakan gudang di Jalan Gajahmada, Banyuwangi.
Kuasa hukum Ressa lainnya Ronald Armada menambahkan bahwa kondisi hidup kliennya semakin berat setelah Emilia Contessa wafat pada awal 2025.
Ronald menjelaskan, sejak bayi Ressa dirawat oleh keluarga adik mendiang Emilia Contessa, Dino Rossano Hansa.
Ia menyesalkan sikap Denada yang dinilai tidak pernah membantu perekonomian keluarga Dino untuk mencukupi kebutuhan Ressa.
Ia juga menyebut tekanan yang dialami keluarga tersebut berdampak pada kondisi psikis istri Dino.
"Saya lihat secara psikis dan mental dari ibu saya itu sudah betul-betul sudah hampir pingsan, sampai jatuh sakit gara-gara peristiwa yang melatar belakangi saya mengajukan gugatan sampai sekarang," jelas Ronald.
Ronald menegaskan, Ressa masih memiliki itikad baik dan siap menjalani tes DNA guna membuktikan status biologisnya.
"Yang jelas kami tidak akan mengajukan gugatan tanpa bukti yang kuat," tegasnya.
Tanggapan Pihak Denada
Menanggapi gugatan tersebut, kuasa hukum Denada, Muhammad Ikbal, menyampaikan bahwa kliennya masih bersikap tenang. Saat ini, pihaknya tengah mencermati materi gugatan yang diajukan.
Sementara itu, manajemen Denada melalui Risna Ories juga angkat bicara. Ia mengatakan Denada dan tim hukumnya sedang mempelajari proses hukum yang tengah berjalan.
Risna menilai persoalan tersebut seharusnya tidak menjadi konsumsi publik karena bersifat internal keluarga.
"Namun agar tidak bergulir terlalu berlebihan, kami sampaikan bahwa saat ini Denada dan tim hukum sedang mempelajari dan menelaah secara cermat yang berkaitan dengan gugatan sebagai bagian dari proses hukum yang harus dihormati bersama," kata Risna Ories.
(hap/amr)