- Istimewa
Film Horor “Alas Roban” Jadi Magnet Bioskop Awal 2026, Cerita Lokal Tuai Pujian dan Picu Wacana Monumen
Respons positif juga datang dari publik yang mengapresiasi keberanian film ini mengangkat cerita lokal sebagai fondasi utama narasi. Banyak penonton menilai Alas Roban sebagai contoh sukses bagaimana mitos dan cerita rakyat Indonesia dapat dikemas menjadi tontonan modern yang tetap relevan dengan selera generasi masa kini. Hal ini sekaligus membuka peluang bagi sineas lain untuk mengeksplorasi kekayaan cerita daerah sebagai sumber inspirasi karya film.
Di tengah tingginya minat publik terhadap film ini, muncul pula wacana kerja sama antara rumah produksi dan Pemerintah Kabupaten Batang untuk membangun monumen Alas Roban. Gagasan tersebut dinilai sebagai langkah lanjutan yang dapat memperpanjang dampak film di luar layar bioskop. Jika direalisasikan, monumen ini berpotensi menjadi ikon budaya sekaligus destinasi wisata tematik yang memperkuat identitas daerah.
Meski masih dalam tahap pembahasan awal, wacana monumen tersebut mencerminkan besarnya efek budaya yang ditimbulkan oleh Alas Roban. Film ini tidak hanya sukses secara komersial, tetapi juga mampu menghidupkan kembali ingatan kolektif masyarakat terhadap sebuah nama yang sarat makna historis dan kultural. Dalam konteks industri kreatif, fenomena ini menunjukkan bagaimana film dapat menjadi pemicu kolaborasi lintas sektor, mulai dari seni, pariwisata, hingga ekonomi kreatif lokal.
Dengan antusiasme penonton yang terus meningkat, Alas Roban diprediksi masih akan mempertahankan performa positif dalam beberapa pekan ke depan. Keberhasilan film ini menjadi sinyal kuat bahwa genre horor lokal dengan pendekatan cerita berbasis budaya masih memiliki tempat istimewa di hati penonton Indonesia. Lebih dari sekadar hiburan, Alas Roban hadir sebagai karya yang mempertemukan ketakutan, emosi, dan identitas lokal dalam satu narasi yang kuat dan berkesan. (nsp)