news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

ilustrasi Tips Mengelola Keuangan ala Gen Z: Cara Cerdas Hadapi Kebutuhan Mendesak Tanpa Panik.
Sumber :
  • Istockphoto

Tips Mengelola Keuangan ala Gen Z: Cara Cerdas Hadapi Kebutuhan Mendesak Tanpa Panik

Salah satu langkah dasar yang penting bagi Gen Z adalah membedakan kebutuhan dan keinginan. Dana darurat seharusnya disiapkan sejak awal, meski dalam jumlah
Rabu, 21 Januari 2026 - 23:57 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Mengelola keuangan dengan baik menjadi tantangan tersendiri bagi Gen Z. Di tengah gaya hidup yang serba cepat, kemudahan transaksi digital, serta tekanan sosial untuk selalu “update”, pengeluaran tak terduga kerap muncul tanpa perencanaan matang. Jika tidak disiasati dengan benar, kondisi ini dapat mengganggu stabilitas finansial bahkan sejak usia muda.

Salah satu langkah dasar yang penting bagi Gen Z adalah membedakan kebutuhan dan keinginan. Dana darurat seharusnya disiapkan sejak awal, meski dalam jumlah kecil. 

Dengan kebiasaan mencatat pengeluaran, mengatur prioritas, dan menyisihkan dana cadangan, risiko menghadapi kebutuhan mendesak dapat diminimalkan tanpa harus mengorbankan tabungan utama.

Namun, realitas di lapangan sering kali tak seideal teori. Kebutuhan mendesak seperti biaya kesehatan, perbaikan rumah, atau keperluan produktif lainnya bisa muncul di luar rencana. Dalam situasi seperti ini, pemahaman terhadap berbagai opsi keuangan, termasuk layanan keuangan digital—menjadi bagian dari literasi finansial yang penting, selama digunakan secara bijak dan terukur.

Kebutuhan Mendesak dan Perubahan Pola Keuangan Digital

Melansir dari Antara, perkembangan layanan keuangan digital di Indonesia telah mengubah cara masyarakat mengelola kebutuhan finansial jangka pendek. 

Kini, akses terhadap dana tidak lagi sepenuhnya bergantung pada tabungan pribadi atau pinjaman konvensional. Hal ini tercermin dari pertumbuhan pinjaman daring yang mencapai 22,16 persen per September 2025, menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap solusi pendanaan digital untuk berbagai kebutuhan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pinjaman jangka pendek semakin dipandang sebagai alternatif sementara, terutama ketika kebutuhan muncul secara mendadak. Meski demikian, penggunaan layanan tersebut tetap perlu disertai perhitungan matang agar tidak menimbulkan beban finansial baru di kemudian hari.

Dalam konteks ini, sejumlah platform pinjaman daring menghadirkan produk dengan skema cicilan dan tenor yang lebih fleksibel. Tujuannya adalah memberikan opsi bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan tanpa harus menguras tabungan utama, selama digunakan sesuai kemampuan dan kebutuhan riil.

Transparansi dan Regulasi dalam Layanan Keuangan Daring

Di tengah maraknya layanan keuangan digital, aspek legalitas dan transparansi menjadi perhatian utama. Platform pinjaman daring yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diwajibkan menyampaikan informasi secara jelas terkait bunga, biaya, tenor, serta kewajiban pengguna sejak awal proses pengajuan.

Pendekatan ini bertujuan agar masyarakat dapat mengambil keputusan secara sadar dan bertanggung jawab. Proses digital yang terintegrasi, mulai dari pendaftaran hingga pencairan dana—memang menawarkan kemudahan, tetapi tetap harus diimbangi dengan pemahaman menyeluruh terhadap konsekuensi finansialnya.

Pengembangan layanan pinjaman jangka pendek berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat akan akses pendanaan yang cepat namun tetap transparan dan sesuai regulasi. "Kebutuhan biaya sering kali bersifat mendesak dan memerlukan solusi tepat waktu. Karena itu, penting bagi layanan keuangan untuk menjunjung transparansi dan kepatuhan terhadap aturan," ujar Direktur Utama KlikCair, Andreaw.

Literasi Keuangan sebagai Kunci Pengelolaan Finansial Jangka Panjang

Lebih dari sekadar menyediakan akses dana, tantangan ke depan adalah meningkatkan literasi dan kesadaran finansial, khususnya bagi generasi muda. Teknologi seharusnya tidak hanya mempercepat proses transaksi, tetapi juga membantu masyarakat memahami risiko, kewajiban, dan perencanaan keuangan yang sehat.

Andreaw menambahkan bahwa penguatan inklusi keuangan perlu dibarengi dengan tanggung jawab bersama. Layanan digital yang dirancang dengan prinsip kehati-hatian diharapkan dapat membantu masyarakat mengelola kebutuhan finansial secara lebih terencana, bukan sekadar solusi instan.

Bagi Gen Z, kunci utama tetap berada pada pengendalian diri dan perencanaan. Layanan keuangan digital dapat menjadi alat bantu, bukan jalan pintas. Dengan pemahaman yang cukup, transparansi informasi, serta pengelolaan yang bijak, kebutuhan mendesak dapat diatasi tanpa mengorbankan stabilitas finansial jangka panjang. (udn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:02
01:12
02:10
03:00
05:58
09:13

Viral