- Kolase tvOnenews.com / tvOne - Happy Oktavia / Instagram @denadaindonesia
5 Fakta Mengejutkan Polemik Denada vs Ressa Rizky, Dari Isu Anak Ditawarkan hingga Riwayat Sakit Sejak Bayi
tvOnenews.com - Polemik gugatan perdata antara Denada dan Ressa Rizky Rosano hingga kini masih terus bergulir dan menyita perhatian publik. Ressa Rizky yang mengaku sebagai anak biologis Denada membawa persoalan ini ke jalur hukum.
Proses gugatan tersebut kini telah memasuki tahap mediasi yang digelar di Pengadilan Negeri Banyuwangi, meski belum menemukan titik temu.
Di tengah proses hukum yang berjalan, publik kembali dibuat terkejut dengan berbagai pengakuan baru dari pihak penggugat. Pernyataan tersebut datang dari Ratih Puspita Dewi, bibi Denada sekaligus pihak turut penggugat ketiga dalam perkara perdata ini.
Ibu angkat Al Ressa Rizky Rossano sekaligus bibi Denada Tambunan, Ratih Puspita Dewi (kiri). (Sumber: Kolase tangkapan layar YouTube Cumicumi & tvOne/Happy Oktavia)
Melalui video yang viral di media sosial dan diunggah ulang oleh kanal YouTube Cumicumi pada 21 Januari 2025, Ratih mengungkap sejumlah fakta yang sebelumnya jarang diketahui publik.
Berikut lima fakta mengejutkan polemik Denada vs Ressa Rizky yang kini menjadi sorotan.
1. Isu Ressa Rizky Pernah Ditawarkan untuk Diasuh Orang Lain
Salah satu pengakuan paling mengejutkan yang diungkap Ratih adalah soal masa lalu Ressa Rizky. Ia menyebut bahwa sekitar 24 tahun lalu, Ressa sempat akan diberikan kepada beberapa orang untuk diasuh.
Namun pada akhirnya, Ratih dan sang suami memutuskan untuk merawat Ressa secara penuh dan membesarkannya seperti anak kandung sendiri.
Ratih mengaku keputusan tersebut diambil karena rasa iba yang mendalam dan ikatan emosional yang sudah terlanjur tumbuh.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya merasa kasihan melihat kondisi Ressa kala itu dan memilih untuk mengambil tanggung jawab penuh atas pengasuhan sang anak.
“Ya, karena saya merasa kasihan anak ini, sudah jatuh hati sendiri. Saya kasihan, tapi mbok ya ada telepon kayak, ‘Gimana, tante, Ressa baik-baik?’ Enggak ada, malah jadi sakit hati saya,” ujar Ratih.
Pengakuan ini menjadi salah satu poin krusial yang kini ramai diperdebatkan dalam polemik Denada dan Ressa Rizky.
2. Diasuh Keluarga Bibi Denada Selama 24 Tahun
Ratih menegaskan bahwa sejak saat itu, Ressa Rizky dirawat olehnya dan sang suami selama kurang lebih 24 tahun terakhir.
Selama masa tersebut, Ratih mengklaim telah menjalankan peran sebagai orang tua sepenuhnya, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga pendidikan dan perhatian emosional.
Menurut Ratih, keputusan mengasuh Ressa bukan sekadar tanggung jawab sementara, melainkan komitmen jangka panjang yang dijalani dengan penuh kasih.
Hal ini pula yang menjadi dasar kuat pihak penggugat dalam menggugat Denada secara perdata.
3. Pernah Ikut Emilia Contessa Saat Kampanye
Fakta lain yang turut diungkap Ratih adalah keterlibatan Ressa Rizky dalam aktivitas almarhumah Emilia Contessa, nenek Ressa.
Ratih menyebut bahwa Ressa sempat diajak berkeliling ke beberapa kota di Pulau Jawa untuk mendampingi Emilia Contessa saat mengikuti rangkaian kampanye pemilihan legislatif.
“Tapi dia ini kan waktu Mbak Emil ini nyalon, terus dia kan di sini. Saya di Jakarta, aku kerja di bundanya, dibayar Rp2,5 juta, Mbak Emil,”ujar Ratih
Ratih menjelaskan bahwa pada masa tersebut, Ressa berada di lingkungan keluarga besar dan ikut membantu sebisanya.
Di kesempatan yang sama Ressa juga menyebut bahwa dirinya mau bekerja apa saja.
“Ya, pertama di partai itu di bunda sendiri, Bunda Emilia Contessa. Terus kedua nyoba-nyoba nge-Grab. Ketiga sekarang tokoh Madura,” ungkap Ressa.
Pengakuan ini menambah dimensi baru dalam polemik Denada dan Ressa Rizky, khususnya terkait perjalanan hidup Ressa sebelum kasus hukum mencuat ke publik.
4. Sosok Ressa Dinilai Penyayang dan Tidak Menuntut
Tak hanya membahas masa lalu, Ratih juga menggambarkan karakter Ressa Rizky di matanya. Ia menilai Ressa sebagai pribadi yang baik hati, penyayang, dan tidak banyak menuntut. Ratih menyebut Ressa sering menunjukkan perhatian kecil yang membuatnya merasa dihargai sebagai orang tua.
“Baik, anaknya baik. Saya tuh sayang, sama mbak-mbaknya dimanja, sayang,” tutur Ratih.
Ia juga menceritakan bagaimana Ressa kerap bersikap sederhana dan tidak memaksakan keinginannya, bahkan dalam hal-hal kecil. Kedekatan emosional itu membuat Ratih merasa hubungan mereka lebih dari sekadar keluarga asuh.
Ratih bahkan mengungkap candaan penuh kasih yang sering dilontarkan Ressa kepadanya, yang menurutnya menjadi bukti kedekatan mereka sebagai ibu dan anak.
5. Riwayat Sakit Sejak Bayi Jadi Alasan Pengasuhan Penuh
Fakta terakhir yang tak kalah penting adalah kondisi kesehatan Ressa Rizky saat masih kecil. Ratih mengungkap bahwa Ressa dikenal sering sakit sejak bayi hingga balita, bahkan disebut memiliki kondisi tubuh yang lemah.
“Sering sakit karena enggak tahu, katanya kemasukan air ketuban,” ujar Ratih.
Kondisi tersebut, menurut Ratih, menjadi salah satu alasan utama dirinya dan sang suami bersedia merawat Ressa secara penuh selama puluhan tahun.
Pihak penggugat juga mengklaim bahwa pada masa Ressa sakit, Denada diduga tidak memberikan perhatian medis maupun dukungan finansial yang semestinya sebagai ibu biologis.
Denada Digugat Rp7 Miliar dan Tiga Kali Absen Mediasi
Terlepas dari berbagai pengakuan emosional tersebut, perkara ini kini telah resmi masuk ke ranah hukum. Denada digugat perdata atas dugaan perbuatan melawan hukum dengan tuntutan ganti rugi mencapai Rp7 miliar.
Hingga 23 Januari 2026, Denada tercatat telah tiga kali tidak hadir secara langsung dalam agenda mediasi di Pengadilan Negeri Banyuwangi.
Ketidakhadiran tersebut terjadi pada sidang pertama, mediasi lanjutan 15 Januari 2026, serta sidang ketiga pada 22 Januari 2026 yang bertepatan dengan kabar pergantian tim pengacara Denada.
Meski mediator sempat menawarkan opsi mediasi daring agar proses tetap berjalan, pihak Ressa Rizky menyatakan kekecewaannya dan menilai Denada kurang menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan perkara ini secara langsung.
Hingga kini, polemik Denada vs Ressa Rizky masih terus berjalan, dengan publik menantikan kejelasan dan keputusan akhir dari kasus yang sarat konflik keluarga dan emosi ini.
(anf)