- Freepik/rawpixel.com
Surya Insomnia Ungkap Pengalaman Bahayanya Buka M-Banking Pakai WiFi Publik, Ini yang Terjadi!
tvOnenews.com - Presenter sekaligus komedian Surya Insomnia tengah menjadi sorotan publik usai membagikan pengalaman pribadinya terkait bahaya menggunakan WiFi publik untuk membuka aplikasi perbankan digital atau M-Banking.
Cerita Surya ini menjadi viral setelah ia membahasnya dalam sebuah tayangan Podkesmas bersama rekan-rekan sesama presenter.
Dalam obrolannya, Surya mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat menggunakan jaringan WiFi publik, terutama untuk aktivitas yang berkaitan dengan transaksi finansial.
Menurutnya, jaringan WiFi publik seperti di hotel, kafe, atau bandara memiliki potensi risiko tinggi terhadap keamanan data pribadi.
“Kalau lagi lu join WiFi di public places gitu kayak di hotel. Kalau bisa jangan M-Banking,” kata Surya dilansir dari YouTube Podkesmas.
Rekannya, Omes, sempat menanggapi bahwa terkadang sulit menghindari penggunaan WiFi publik, terutama di luar negeri atau di area dengan sinyal seluler yang lemah.
“Masalahnya, kadang ya kalau kita lagi di tempat-tempat tertentu atau luar negeri kadang di Indonesia susah sinyal. Mau enggak mau kita harus pakai WiFi,” sahut Omes.
Namun, Surya tetap menegaskan bahwa lebih baik mencari sinyal seluler sendiri daripada mengambil risiko keamanan saat transaksi melalui jaringan umum.
“Iya. Tapi jangan transaksi. Gua mah mendingan keluar nyari sinyal baru gua transaksi. Kan itu kecord semua. Iya. Yang di IP address itu kan lu bisa lihat, lu IP address lu aja di rumah kalau WiFi lu bisa lihat ke mana aja itu,” ujarnya.
Surya lalu menjawab bahwa transaksi kecil seperti pembayaran lewat QR memang lebih aman, namun tetap harus berhati-hati.
“Ya bayar mah enggak apa-apa. Bayar juga kalau bisa jangan melakukan transaksi. Kalau bisa dihindar lah,” kata Surya menegaskan.
Peringatan yang disampaikan Surya Insomnia bukan tanpa alasan.
Keamanan siber pun telah lama menyoroti risiko tinggi dari penggunaan WiFi publik tanpa perlindungan tambahan seperti VPN atau jaringan pribadi. Beberapa risiko yang bisa terjadi antara lain:
1. Pencurian Data
Jaringan WiFi publik rentan diretas oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Hacker dapat mengakses informasi sensitif dari perangkat yang terhubung ke jaringan tersebut, mulai dari data perbankan, pesan pribadi, hingga file penting. Dalam kasus tertentu, data yang dicuri bisa dijual di pasar gelap digital.
2. Serangan Malware atau Virus
Melalui WiFi publik, hacker juga dapat mengirimkan malware ke perangkat korban.
Program berbahaya ini bisa mencuri informasi seperti username, password, dan bahkan mengendalikan perangkat dari jarak jauh tanpa disadari pengguna.
3. Penyadapan dan Pemantauan Aktivitas Online
WiFi publik memungkinkan terjadinya man-in-the-middle attack, yaitu kondisi di mana hacker menyusup di antara pengguna dan server untuk menyadap data yang sedang dikirim.
Dengan cara ini, pelaku bisa membaca, mengubah, atau mengalihkan data tanpa terdeteksi.
4. Penyusupan Akun dan Kerugian Finansial
Salah satu risiko terbesar adalah penyusupan akun penting seperti email, media sosial, dan M-Banking.
Begitu hacker mendapatkan akses, mereka dapat berpura-pura menjadi korban, mengganti kata sandi, hingga menguras saldo rekening.
Oleh karena itu, para ahli keamanan digital menyarankan agar pengguna selalu berhati-hati saat menggunakan WiFi publik.
Hindari membuka situs atau aplikasi penting seperti perbankan, gunakan VPN (Virtual Private Network) untuk mengenkripsi data, serta pastikan selalu keluar dari akun setelah digunakan.
Kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan digital pun semakin menjadi perhatian, terutama di era serba online seperti sekarang. (adk)