- Kolase tvOnenews.com / Instagram @denadaindonesia / YouTube Cumicumi
Usai Denada Buat Pengakuan, Pihak Ressa Persoalkan 2 Hal Ini
Ronald menegaskan bahwa konsep pengakuan bukan sekadar klarifikasi di depan publik.
“Terus yang ketiga, kalau dia ngomong konsep melakukan pengakuan itu yang tak terjemahkan ya, apa yang ditanyakan oleh kawan-kawan pers sebelumnya ya. Jadi ini bukan konsep seperti pemaafan hakim sebagaimana yang diutarakan di dalam OAP yang baru istilahnya rechterlijk pardon,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa rechterlijk pardon adalah bentuk pengampunan dari hakim melalui putusan pengadilan, namun kasus ini berbeda.
“Rechterlijk pardon itu cukup hakim itu melalui putusan pengadilan bisa memaafkan istilahnya memberikan pengampunan. Masalahnya ini kan konsepnya Das Sollen istilahnya. Das Sollen itu kan keadaan batiniah ya,” kata Ronald.
Ronald kembali menekankan bahwa pengakuan seharusnya dilakukan secara personal dan tatap muka.
“Jadi pengakuan itu bukan masalah hanya klarifikasi. Yang dimaksud pengakuan itu bagaimana caranya ya ada hubungan batiniah antara seorang ibu kepada anaknya yang tidak mungkin itu disampaikan lewat konferensi pers, lewat medsos. Harus tatap muka entah nanti diikuti dengan rasa pelukan yang hangat ya toh,” lanjutnya.
Bahkan Ronald mempertanyakan apakah pengakuan itu hanya framing semata.
“Ini kan lucu ini Denada ini jangan-jangan sampai dia membuat framing ya itu tadi bahwa pengakuan itu adalah untuk mengantisipasi agar dia nanti tidak lagi diblokir di stasiun TV, bukan pengakuan sebagai seorang ibu kepada anaknya,” ucap Ronald.
2. Tidak Ada Permintaan Maaf kepada Orang Tua Pihak Ressa
Hal kedua yang dipersoalkan adalah soal permintaan maaf yang dinilai tidak menyentuh pihak keluarga Ressa secara menyeluruh.
“Terus yang kedua lagi di dalam pengakuan itu bagi saya yang sangat-sangat memberikan penghinaan dan melecehkan saya secara personal itu tidak juga dia diikuti dengan rasa mohon maaf kepada orang tua saya,” ujar Ronald.
Ia mempertanyakan mengapa nama orang tuanya tidak disebut dalam pengakuan Denada.
“Kalau sudah enggak pernah minta mohon maaf apalagi terima kasih kan itu logikanya kan. Nah, kenapa kok tidak disebut juga namanya orang tua saya di situ?” katanya.