- YouTube/celloszxz
Viral! Owner Brand Streetwear Mohan Hazian Diduga Lakukan Pelecehan, Korbannya Lebih dari 3 Orang
tvOnenews.com - Sosok Mohan Hazian, pemilik brand streetwear Thanksinsomnia, tengah menjadi sorotan tajam publik.
Pria yang selama ini dikenal sebagai pionir fashion lokal justru kini terseret dalam dugaan kasus pelecehan seksual yang diungkap sejumlah wanita di media sosial.
Nama Mohan mendadak trending di platform X pada Senin, 9 Februari 2026, setelah beberapa akun mengunggah kesaksian mengejutkan yang menyebut dirinya sebagai pelaku dalam kasus pelecehan seksual.
Isu ini mencuat setelah seorang pengguna X dengan nama akun "Saa" membagikan kisah kelam yang dialaminya pada Mei 2025.
Dalam unggahannya, korban mengaku mendapat pekerjaan sebagai talent untuk sesi foto dan video brand milik pelaku.
Awalnya, sesi pemotretan berjalan normal dengan dua fotografer (termasuk Mohan sendiri) dan satu talent scouter. Namun, setelah sesi selesai, situasi berubah drastis.
“Setelah selesai, owner M ngajak makan. Aku pikir makan bareng tim, ternyata scouter pamit duluan dengan alasan mau beresin alat,” tulis akun tersebut.
Korban menjelaskan, dirinya kemudian diajak kembali masuk ke area studio oleh pelaku dengan alasan menunggu makanan yang dipesan agar “lebih adem”. Di sanalah dugaan pelecehan terjadi.
Korban mengaku dipeluk, dicium, bahkan ditindih meski sudah menolak keras.
Ia sempat melawan dengan mendorong dan mencakar, tetapi pelaku justru bertindak semakin agresif.
Korban juga menyebut pelaku sempat memperlihatkan alat kelaminnya dan melakukan tindakan tidak senonoh lainnya sebelum membiarkan korban pulang dalam kondisi trauma.
Saat korban mencoba mengadu pada talent scouter, orang tersebut hanya menjawab tidak tahu-menahu dan tidak bisa berbuat apa-apa.
Setelah kisah tersebut viral, sejumlah wanita lain mulai menghubungi akun Saa dan mengaku pernah mengalami hal serupa.
Hingga berita ini viral, jumlah korban yang muncul lebih dari tiga orang, dengan pola kejadian yang mirip.
Beberapa kesaksian yang muncul di antaranya, korban pertama berusia 17 tahun, mengaku sempat dikunci di ruangan dan hampir dicium paksa oleh pelaku.
Korban kedua mengaku kejadian yang dialaminya delapan tahun lalu, memperlihatkan pola yang sama: pintu dikunci dan korban dijebak bekerja sama dengan fotografer lain.