- Instagram/@mohanhazian
Satu Per Satu Muncul, Sosok Diduga Korban Mohan Hazian Cerita Berawal Dikirim Brand Berujung Diajak Haha-Hihi
Jakarta, tvOnenews.com - Nama owner brand streetwear lokal, Mohan Hazian menggemparkan publik belakangan ini. Sorotan kepadanya tak lepas akibat seorang korban, Saa buka suara telah mengalami dugaan pelecehan seksual pada Mei 2025.
Suara dari Saa melalui unggahan akun X @aarummanis dan Threads membuat korban lainnya ikut bermunculan. Salah satu terduga korban pelecehan seksual oleh Mohan Hazian turut bersedih setelah mendengar cerita mantan talent photoshoot brand lokal ternama tersebut.
"Hai, aku melihat postinganmu di X dan sangat menyedihkan untuk dibaca. Aku turut prihatin atas apa yang kau alami," tulis korban lainnya diunggah oleh akun X @aarummanis dikutip, Rabu (11/2/2026).
Korban tersebut seolah menunjukkan identitasnya sebagai Warga Negara Asing (WNA). Ia merasa jijik setelah melihat kisah pilu korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh Mohan Hazian.
"Aku merasa mual saat kau menggambarkan apa yang terjadi dan rasa takut yang kau rasakan. Seharusnya kau tidak pernah mengalami hal itu," kata dia.
Hampir Jadi Korban Dugaan Pelecehan Seksual Mohan Hazian
- Instagram/mohanhazian
Dalam sebuah tangkapan layar percakapan itu, ia menceritakan dirinya juga pernah mengalami hal serupa. Ia meyakini sosok M yang dimaksud persis dengan pelaku pelecehan yang menyasar kepada dirinya.
Ia ikut menjelaskan dirinya hampir pernah menjadi korban pelecehan seksual. Kala itu, ia sedang menemani rekannya menjalani sesi pemotretan di sebuah brand lokal ternama pada 2019.
Pada saat itulah, ia otomatis bertemu dengan owner brand streetwear lokal ternama tersebut. Ia mengaku diajak berbincang di sepanjang menemani rekannya saat sesi pemotretan.
Ia mengaku kala itu langsung ditawari sejumlah pakaian milik owner tersebut. Sontak, ia memberikan nomor ponselnya lantaran mengetahui brand itu memiliki nama besar di Indonesia.
"Awalnya dia ramah, mengirimiku topi dan jaket dari mereknya. Dia meneleponku sekali karena tahu aku tertarik dengan penulisan iklan atau magang untuknya," jelasnya.
Langsung Diajak Tindakan Tak Senonoh
Menariknya, ia juga langsung mendapat tawaran bekerja atau magang di salah satu posisi brand ternama tersebut. Alih-alih mewujudkan harapannya, ia justru diajak melakukan tindakan tak senonoh.
Kata dia, pelaku berinisial M mengiming-imingi menyodorkan uang. Tentu saja, ia sangat terkejut setelah mendapat ajakan secara tak lazim.
"Yang kupikir adalah panggilan terkait pekerjaan, ternyata malah dia bertanya apakah aku atau siapa pun yang kukenal bersedia tidur dengannya atau teman-temannya demi uang, atau apakah kami hanya bersedia melakukan hal-hal seperti itu," bebernya.
Ia mengaku belum lancar menggunakan Bahasa Indonesia. Ia pun sempat salah mengartikan ajakan tersebut karena menganggap pelaku hanya membutuhkan teman kencan.
Ia tetap mencoba santai menanggapi tawaran tersebut. Namun begitu, ada kekhawatiran dialami dirinya akibat belum memahami Bahasa Indonesia.
Kemudian, ia baru menyadari bahwa pelaku telah memiliki istri. Mengacu dari tanggal pernikahan Mohan dan Alya Putri, mereka menikah pada 19 Desember 2017.
Dari pernikahan itu, Mohan dan Alya dikaruniai seorang anak bernama Rex Ali Hazian pada 9 September 2020. Sontak saja, ajakan tersebut membuat dirinya semakin bingung dan takut.
"Saya ingat dia sudah menikah dan saya rasa istrinya baru saja melahirkan. Saya sangat bingung dan menelepon seorang teman. Saya menceritakan persis apa yang dia katakan dan tiba-tiba semuanya masuk akal dan saya merasa sangat jijik," terangnya.
Ia pun langsung merasa bergetar setelah mengetahui motif pelaku. Ia tidak habis pikir jika dirinya benar-benar menjadi korban mengalami perlakuan serupa dialami Saa.
"Saya tidak bisa membayangkan dalam kasus Anda mengalami kekerasan fisik dan berada di dekat manusia yang memalukan itu," ucapnya.
Ia coba menggambarkan sikap sosok pelaku. Baginya, tindakan seperti itu sudah di luar nalar karena dilakukan secara terang-terangan dengan dalih mengirim brand milik pelaku.
"Dia orang yang menyeramkan dan saya selalu menjauhkan diri darinya dan mereknya dengan segala cara. Saya ingat saya membeli jaket dari mereknya dua tahun lalu berpikir saya akan melupakannya," imbuhnya.
Ia coba kembali membeli brand milik pelaku pada 2024. Cara tersebut untuk menghilangkan trauma akibat tindakan dialami di masa lalunya.
"Saya memakainya beberapa kali sebelum menyadari setiap kali saya memakainya, saya merasakan aura gelap dan tidak bisa menghilangkan perasaan negatif ini," paparnya.
"Merek mereka secara harfiah merujuk pada gambar-gambar p*rn*grafi untuk arahan kreatif dan pemotretan mereka sepanjang waktu, dan bukan dengan cara yang membebaskan perempuan. Saya langsung membuangnya. Kualitasnya memang buruk," lanjutnya.
Klarifikasi Mohan Hazian
- Instagram @mohanhazian
Sementara, Mohan Hazian yang terseret dugaan kasus skandal pelecehan seksual telah menuangkan pernyataan tertulisnya. Ia meminta maaf sudah membuat kegaduhan di tengah publik.
Namun demikian, penulis buku Goresan Seorang Berandal itu menepis tuduhan tersebut. Ia tak pernah melakukan pemerkosaan kepada wanita siapapun.
Akan tapi ia tidak membantah dengan kisah masa lalunya. Ia mengaku pernah memiliki masalah terhadap wanita lain.
"Apa pun penilaian yang berkembang saat ini, saya menerima berbagai konsekuensi yang muncul dalam hidup saya sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depan," ungkap Mohan Hazian.
(hap)