- YouTube/MelaneyRicardo
Pesan Kuasa Hukum Denada: Balas WhatsApp dan Ambil Langkah Duluan Temui Ibunya
tvOnenews.com - Upaya rekonsiliasi antara Denada dan putranya, Ressa, terus menjadi perhatian publik setelah pengakuan Denada bahwa Ressa memang darah dagingnya.
Namun harapan agar hubungan segera mencair belum terwujud karena komunikasi dua arah masih tersendat.
Kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal, angkat bicara dan menegaskan bahwa langkah paling sederhana sekaligus paling bermakna sekarang adalah balas pesan dan temui sang ibu.
Menurut Iqbal, inisiatif itu sudah dimulai oleh kliennya sejak video pengakuan diunggah ke publik.
Ia menyampaikan bahwa sejak saat itu Denada aktif mengirim WhatsApp setiap hari untuk menjalin komunikasi, tetapi pesan-pesan itu sebagian besar tak dibalas.
Kondisi ini yang membuat upaya pertemuan terganggu dan perdamaian sulit terwujud.
“Ibu dan anak ya penginnya ini kan ketemu. Pokok masalahnya kan di situ. Supaya masalah ini cepat selesai, nggak jadi konsumsi publik yang semakin mengenaskan. Ini WA nggak dibalas-balas terus, ketemunya mau gimana?” ujar Iqbal dilansir dari YouTube Intens Investigasi.
Salah satu momen yang menarik perhatian publik adalah kabar tentang kembalinya Denada dari Singapura.
- YouTube/TransTVOfficial
Denada disebut sempat mengontak Ressa dan bahkan mendapat balasan singkat berupa “waalaikumsalam”.
Iqbal menganggap respons singkat itu aneh, mengingat naluri manusia ketika seorang anak baru mengetahui siapa ibu kandungnya, rasa ingin bertemu biasanya sangat kuat.
“Ibarat anak mengetahui ibunya yang selama ini dia tidak ketahui. Kan harusnya pengin cepat-cepat ketemu, sih. Jangan tendensi ya. Saya kasih ilustrasi: anak mengetahui ibunya, apa yang dilakukan anak tersebut? Pasti langsung mencari, bagaimanapun ibu itu salah,” kata Iqbal.
Di luar sorotan publik, Iqbal mencoba menimbang kemungkinan alasan kenapa Ressa menahan diri.
Ada faktor psikologis, trauma lama, pengaruh pihak ketiga, atau ketakutan akan publisitas yang besar.
Namun secara tegas ia menyampaikan bahwa menunda pertemuan tanpa alasan yang kuat hanya memperpanjang sakitnya keluarga dan memberi panggung bagi spekulasi publik.
Pesan yang disampaikan Iqbal berulang kepada Ressa bahwa Denada sudah menunjukkan itikad baik, mengakui dan menghubungi.