- Kolase tvOnenews.com / Instagram @denadaindonesia @ihsantarore
Ihsan Tarore Pertanyakan Alasan Denada Tak Akui Ressa sebagai Anak Sejak Awal
tvOnenews.com - Ihsan Tarore mempertanyakan alasan Denada baru mengakui Ressa Rizky Rossano sebagai anaknya sekarang, meski ia tetap memberi dukungan sebagai mantan pacar Denada.
Menurut Ihsan Tarore, keterlambatan pengakuan tersebut justru membuat banyak opini liar berkembang di tengah masyarakat.
Isu mengenai Ressa memang masih menjadi perhatian publik, apalagi persoalan Denada dan Ressa hingga kini masih bergulir dalam proses hukum.
Mantan Pacar Denada, ihsan Tarore dan Denada. (Sumber: Kolase tvOnenews.com / Instagram @ihsantarore @denadaindonesia)
Denada sendiri telah menyampaikan klarifikasi melalui media sosial bahwa Ressa adalah anak biologisnya.
Namun, pengakuan yang baru muncul belakangan membuat situasi semakin ramai dibicarakan.
Di tengah polemik tersebut, Ihsan Tarore ikut angkat bicara saat ditemui awak media. Meski sudah lama berpisah sejak hubungan mereka sekitar tahun 2016, Ihsan tetap menunjukkan sikap suportif kepada Denada.
Dalam pernyataannya yang diunggah kanal YouTube Intens Investigasi pada 14 Februari 2026, Ihsan Tarore menyampaikan semangat untuk Denada dan berharap masalah ini segera selesai.
“Yang pasti semangat buat Ibu Denada ya. Mudah-mudahan masalahnya segera terselesaikan. Ressa juga membuka hati. Ibu Dena juga segera bisa ketemu sama Ressa ya,” ujar Ihsan Tarore .
Ia menambahkan bahwa mau tidak mau dirinya ikut mengikuti perkembangan kasus ini karena sudah menjadi konsumsi publik.
“Mau enggak mau aku ngelihat juga kan, jadinya jadi tahu juga. Semangat buat Ressa dan juga Ibu Denada,” lanjutnya.
Ihsan juga menegaskan bahwa selama menjalin hubungan dengan Denada, ia sama sekali tidak pernah mendengar cerita tentang keberadaan Ressa.
Ia mengaku benar-benar tidak mengetahui hal tersebut hingga akhirnya muncul ke permukaan sekarang.
“Jujur enggak pernah sama sekali. Kalau nanya gimana pernah cerita enggak gini gini gini? Enggak pernah sama sekali. Jadi memang benar-benar enggak tahu,” ungkap Ihsan.
Karena itu, Ihsan Tarore mengaku prihatin melihat kondisi yang terjadi saat ini. Ia berharap Denada dan Ressa bisa menemukan jalan keluar terbaik.
“Pasti prihatin ngelihat kondisinya, lihat apa yang terjadi. Tapi ya balik lagi mudah-mudahan mereka menemukan satu titik terang untuk keduanya bisa bertemu,” katanya.
Meski ia bingung dengan situasi yang semakin rumit, Ihsan Tarore tetap berharap keduanya bisa membuka hati.
“Mudah-mudahan keduanya ngebuka hati intinya gitu. Ngebuka hati bisa ketemu dan bisa menjadi keluarga,” tambahnya.
Walau mendukung, Ihsan Tarore tidak menutupi rasa penyesalannya. Ia mempertanyakan mengapa Denada tidak berterus terang sejak awal. Menurutnya, keterlambatan ini justru membuat spekulasi publik semakin meluas.
“Jujur aku senang aja, senang banget malah kalau misalkan sekarang dia akhirnya ngakuin itu anaknya dia. Cuman ya memang awalnya jujur aku menyesalkan gitu ya. Kenapa enggak dari awal gitu jadinya kan menggelinding opini-opini orang gitu kan,” ucap Ihsan Tarore.
Ihsan menilai, jika sejak awal Denada sudah mengakui, mungkin polemik tidak akan sebesar sekarang. Meski begitu, ia tetap mendoakan agar hubungan ibu dan anak ini bisa kembali pulih.
“Jadi ya makanya aku balik lagi ya doanya supaya Ibu Denada dikasih kekuatan, Ressa dikasih kelapangan hati biar dia juga bisa menerima ibunya sebagaimana dan ibu Denada juga bisa menerima anaknya sebagaimana dia menyayangi Aisha,” ujarnya.
Ia kembali menegaskan harapan agar Denada diberi kekuatan dan Ressa bisa menerima ibunya dengan lapang dada.
“Makanya aku balik lagi ya doanya supaya Ibu Denada dikasih kekuatan, Ressa dikasih kelapangan hati biar dia juga bisa menerima ibunya sebagaimana dan ibu Denada juga bisa menerima anaknya,” tutup Ihsan.
Pernyataan Ihsan Tarore ini memperlihatkan bahwa meski ia adalah mantan pacar Denada, ia tetap memberikan dukungan moral.
Namun, ia juga mempertanyakan mengapa pengakuan tentang Ressa baru disampaikan sekarang hingga memicu berbagai opini di masyarakat.
(anf)