- Kolase tvOnenews.com / YouTube HepiNews / Instagram @denadaindonesia
Ressa Belum Berani Temui Denada, Khawatir Kejadian Tak Dibukakan Pintu Terulang Lagi
tvOnenews.com - Hubungan antara penyanyi Denada Tambunan dan putranya, Ressa Rizky Rossano, tampaknya masih diwarnai ketegangan dan jarak emosional.
Meski Denada disebut telah membuka pintu komunikasi lebih dulu dan berusaha menghubungi lewat pesan singkat, Ressa hingga kini belum berani mengambil langkah untuk bertemu langsung dengan sang ibu kandung.
Kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal, mengungkapkan bahwa kliennya sudah mencoba menghubungi Ressa sejak video pengakuan soal hubungan darah mereka viral di media sosial. Namun, upaya itu tak mendapat respons berarti.
“Pada saat unggah video pengakuan itu loh, bahwa Ressa itu anaknya. Sejak saat itu WA terus tiap hari enggak dibalas,” ujar Iqbal dalam tayangan YouTube Intens Investigasi.
Iqbal menegaskan, niat Denada hanya ingin memperbaiki hubungan dan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan, bukan memperpanjang konflik di ranah publik.
“Ibu sama anak ya penginnya ini kan ketemu, kan pokok masalahnya di situ. Supaya masalah ini cepat selesai gak jadi konsumsi publik yang semakin mengenaskan. Ini WA gak dibalas-balas terus, ketemunya mau gimana?” ungkap Iqbal.
Diketahui, Denada telah kembali ke Indonesia setelah beberapa waktu berada di Singapura untuk urusan pribadi.
Kepulangannya diharapkan menjadi momentum untuk mempertemukan ibu dan anak tersebut.
Namun, Iqbal menyayangkan sikap Ressa yang masih terkesan menutup diri.
- Kolase tvOnenews.com / Instagram @denadaindonesia / YouTube Cumicumi
“Sudah pulang kok dan kemarin-kemarin juga WA ke Ressa. Ada jawaban cuma waalaikumsalam gitu kan. Lagipula gini, ibarat anak mengetahui ibunya yang selama ini dia tidak ketahui, kan harusnya pengin cepat-cepat ketemu sih lumrahnya anak,” ujarnya.
Menurut Iqbal, alasan Ressa yang masih enggan merespons dan bertemu dirasa kurang masuk akal.
“WA saja nggak dibalas, ibarat anak kalau sudah tahu ibunya yang asli, pasti langsung mencari. Nah, Ressa ini kan di-WA gak dibalas, kan ya aneh. Tapi saya yakin kok ini bukan sikap Ressa sesungguhnya,” tambahnya.
Meski begitu, pihak Ressa menegaskan bahwa keengganan untuk bertemu bukan karena menolak atau tidak mengakui Denada sebagai ibu kandung.
Ronald Armada, kuasa hukum sekaligus kakak ipar Ressa, mengatakan bahwa kliennya masih trauma dengan pengalaman pahit di masa lalu.
“Mungkin kita menjawab pertanyaan Denada untuk lekas ketemu dengan Ressa, nanti kita jembatani. Kalau Denada memang mau ketemu, nanti saya fasilitasi, saya enggak masalah,” kata Ronald.
Namun, Ronald menegaskan bahwa mereka tidak ingin mendatangi rumah Denada terlebih dahulu.
“Takutnya nanti kita enggak dibukain pintu lagi. Kita sudah dua hari berturut datang ke rumah Denada, dibukain pintu cuma 15 senti, itu pun sama satpamnya. Gimana perasaannya?” ungkapnya.
- YouTube Insertlive
Menurut Ronald, peristiwa itu meninggalkan luka tersendiri bagi keluarga. Padahal, kala itu mereka sudah memberi tahu Denada bahwa mereka akan datang.
“Kita sudah komunikasi dengan Denada, ‘Kita sudah di Jakarta,’ tapi enggak pernah disuruh masuk ke ruang tamunya. Kalau disuruh datang ketiga kali, kalau nanti tanggapannya sama, teman-teman bisa menilai sendiri gimana perasaan kita. Kan malu,” sambungnya.
Ressa pun akhirnya angkat bicara. Ia membenarkan bahwa dirinya masih ragu dan takut jika pertemuan dengan Denada tidak berjalan baik seperti yang diharapkan.
“Intinya, Mbak Dena kan tahu Ressa di mana di Jakarta, kenapa enggak langsung aja (ketemu), kenapa harus melalui kuasa?” ujar Ressa.
Perasaan canggung dan takut itu pun dibenarkan oleh Ronald.
Sebagai sosok yang sudah mengenal Ressa sejak kecil, ia mengerti betul mengapa anak muda itu merasa ragu untuk membuka diri.
"Simplenya, takut nanti dia enggak diterima,” kata Ronald.
Sementara itu, Iqbal berharap agar Ressa bisa segera menepis rasa takutnya dan mengambil langkah pertama untuk memperbaiki hubungan dengan sang ibu.
"Saya ngeman betul hubungan ibu dan anak ini. Jadi semaksimal mungkin saya sarankan ibaratnya Ressa, udahlah, mikir ke depan, yang salah-salah diperbaiki. Kalau terus melihat ke belakang, kapan majunya?” tutupnya. (adk)