- Sustaination
Dwi Sasetyaningtyas Geram Latar Penerima LPDP Dikuliti, Buntut Pamer Paspor Anak jadi WNA Inggris: Negara Gak Kasih ke Saya
Jakarta, tvOnenews.com - Influencer Dwi Sasetyaningtyas alias Tyas geram status alumni penerima beasiswa LPDP dikuliti netizen. Perdebatan memuncak akibat video konten kontroversialnya viral.
Dwi Sasetyaningtyas menyebar konten pamer anaknya mendapat paspor warga negara asing (WNA) Inggris viral di Threads. Akibatnya, video tersebut semakin merebak ke berbagai platform media sosial.
Ucapan itu menuai polemik hebat. Netizen menemukan latar belakang Dwi Sasetyaningtyas yang ternyata alumni penerima LPDP.
Dwi Sasetyaningtyas tidak diam setelah netizen menyoroti statusnya sebagai penerima LPDP. Tyas menegaskan, dirinya telah banyak berkontribusi untuk Indonesia.
"Udah ngapain aja buat Indonesia? Izinkan saya menjawab dan meluruskan segelintir asumsi dan fitnah yang beredar. Aku lulus kuliah di Belanda tahun 2017," tulis Tyas melalui Threads pribadinya dikutip tvOnenews.com, Sabtu (21/2/2026).
Dwi Sasetyaningtyas Merasa Ikuti Aturan LPDP
- Instagram/@sasetyaningtyas
Ia mengaku sudah menetap di Indonesia selama 6 tahun, mulai dari periode 2017 hingga 2023. Tujuannya mengikuti peraturan sebagai penerima LPDP yang telah lulus.
Berdasarkan ketentuan beasiswa LPDP, penerima yang sudah lulus wajib kembali dan menunjukkan kontribusi untuk Indonesia. Hal itu berlangsung selama 2 kali masa studi ditambah 1 tahun (2N+1).
"Untuk memenuhi kewajiban sebagai penerima beasiswa dan berkontribusi kembali untuk Indonesia, dan masih berlangsung hingga saat ini," tuturnya.
"Pindah ke Inggris bukan untuk sekolah, melainkan menunaikan kewajiban sebagai istri," tambah dia sambil tegas.
Alih-alih meredam, cibiran dari netizen semakin tak terbendung. Pendiri Sustaination itu menegaskan, dirinya, sang suami, termasuk anaknya masih berstatus WNI.
Hanya saja untuk anaknya yang lahir di Inggris, saat ini mempunyai dua paspor kewarganegaraan. Menurutnya, hal itu sebagai keuntungan karena ada perlindungan hukum dari dua negara.
"Saya masih bayar pajak di Indonesia sama seperti kalian," katanya.
Anggap Penerima Beasiswa LPDP Boleh Kritik Pemerintah
Lebih lanjut, Tyas heran kenapa status alumni LPDP dirinya dihujat publik. Ia menjelaskan, sebagai WNI boleh melontarkan kritik khususnya pada kebijakan pemerintah.
Ia memahami penerima LPDP menggunakan uang rakyat. Namun hal itu tidak menutupi tetap mengkritik oknum pejabat pemerintah yang menyengsarakan rakyat.
"Ungkapan 'cukup aku saja yang WNI, anak aku jangan' adalah bentuk kekecewaan, kemarahan, kekesalan terhadap kebijakan Pemerintah Indonesia," bebernya.
"Saya menolak tuduhan/asumsi/fitnah yang beredar, tapi saya sadar itu semua di luar kuasa saya," tambahnya.
Netizen justru semakin heran Tyas dinilai tidak bersyukur telah mendapat bantuan dari negara melalui beasiswa LPDP namun pamer paspor WNA anaknya.
Tyas kemudian merespon komentar tersebut secara pedas. Ia merasa uang untuk kebutuhan beasiswa LPDP juga bagian dari hasil pajak dibayar masyarakat Indonesia.
"Negara gak ngasih ke saya. Saya bayar pajak juga. Lagian paspor WNI emang lemah karena apa? Diplomasi pemerintah. Jadi, ini kritik buat pemerintah. Sampai sini nggak paham juga?," tegasnya lagi.
Tyas Minta Maaf
- Instagram @sasetyaningtyas
Karena banjir hujatan semakin meluas, Tyas lebih pilih membuat pernyataan sikap permintaan maafnya. Ia menyesal telah membuat kegaduhan akibat konten kontroversialnya.
"Saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikan kata dan menyampaikannya di ruang publik. Apa pun latar belakang emosi yang melatarinya, dampak dari pernyataan tersebut tetap menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya," tulis Tyas dalam pernyataan resminya, Jumat (20/2/2026).
Reaksi LPDP
Tanpa butuh waktu lama, LPDP buka suara atas kegaduhan dari Dwi Sasetyaningtyas. Pihaknya menyayangkan sikap Tyas tidak mencerminkan lulusan penerima beasiswa LPDP.
"Tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan LPDP kepada seluruh penerima beasiswa," tulis LPDP.
LPDP mengakui Tyas telah memenuhi kewajiban sebagai lulusan penerima beasiswa. Namun akibat polemik paspor WNA anak influencer itu, LPDP akan bertindak tegas terhadap suaminya.
Polemik konten pamer paspor WNA anaknya ikut menyeret latar belakang suami Tyas, Arya Iwantoro. Arya berstatus alumni penerima LPDP yang diduga melanggar aturan karena belum kembali dan berkontribusi ke Indonesia.
Berdasarkan keterangan dari mahasiswa asal Lampung sekaligus konten kreator Awbimax alias Bima Yudho Saputro, Arya pilih melanjutkan karier akademik di University of Exeter selama 2,5 tahun di Inggris.
Arya Iwantoro berprofesi sebagai Researcher di UK. Suami Tyas itu pernah mengambil Master plus PhD di Netherland yang belum kunjung menyelesaikan pengabdiannya sebagai lulusan penerima LPDP.
(hap)