news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ibu Kandung Nizam, Lisna.
Sumber :
  • YouTube/DennySumargo

Kesaksian Pilu Ibu Kandung Nizam, Sebut Mantan Suaminya Biarkan Anak Kejang Tanpa Pertolongan

Lisnawati, ibu kandung Nizam Syafei, ungkap kesaksian memilukan. Ia menuding mantan suaminya biarkan anaknya sakit tanpa pertolongan.
Jumat, 27 Februari 2026 - 20:13 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Duka mendalam masih menyelimuti Lisnawati, ibu kandung dari bocah 12 tahun asal Sukabumi, Nizam Syafei, yang meninggal dunia secara tragis.

Kematian Nizam bukan hanya meninggalkan luka batin mendalam, tetapi juga menyisakan tanda tanya besar tentang penyebab dan siapa saja yang terlibat di balik peristiwa memilukan tersebut.

Kasus kematian Nizam kini menjadi sorotan publik setelah Lisnawati memberikan kesaksian terbuka dalam wawancara bersama Denny Sumargo di kanal YouTube miliknya.

Dalam perbincangan penuh haru itu, Lisna menceritakan secara rinci kronologi ketika pertama kali mengetahui bahwa anaknya dalam keadaan sakit hingga akhirnya meninggal dunia.

Menurut Lisnawati, Nizam meninggal dunia setelah diduga mengalami kekerasan fisik yang dilakukan oleh ibu tirinya, yang berinisial TR.

Namun, di sisi lain, ia juga mencurigai keterlibatan mantan suaminya, Anwar Satibi, yang dinilainya bersikap tidak wajar dan terkesan membiarkan kondisi anaknya memburuk tanpa segera memberikan pertolongan medis.

“Pertama kali tahu (Nizam sakit) tuh dari bapaknya atau dari sosmed?” tanya Denny Sumargo.

Lisnawati, ibu kandung Nizam Syafei anak tiri diduga dianiaya ibu tiri
Sumber :
  • tvOneNews

“Dari bapaknya,” jawab Lisna.

“Dia telepon kamu? Nah, dia bilang apa pertama kali?” tanya Densu lagi.

“'Bun, si Raja sakit, katanya kayak gitu', Saya bilang, kenapa enggak buru-buru cepat dibawa ke dokter? Kata dia, belum sempat, ayahnya masih sibuk," kata Lisna.

Dari percakapan itu, terlihat jelas betapa kecewanya Lisnawati terhadap respons sang mantan suami.

Ia merasa ada kelalaian besar yang terjadi karena anaknya dibiarkan dalam keadaan kritis tanpa pertolongan cepat.

Kisah memilukan ini kemudian diperkuat oleh penjelasan Krisna Murti, kuasa hukum Lisnawati, yang mendampingi ibu kandung Nizam dalam upaya mencari keadilan.

Krisna mengungkap bahwa komunikasi terakhir antara Lisna dan Anwar menunjukkan indikasi pembiaran terhadap kondisi Nizam yang kala itu sudah mengkhawatirkan.

“Tanggal 15 Februari hari Minggu itu, Bu Lisna mendapat pesan WhatsApp dari bapaknya bahwa si Raja (Nizam) sakit. Bu Lisna sudah bilang, kenapa enggak dibawa ke rumah sakit? Tapi dijawab, masih sibuk," ujar Krisna.

Tak hanya itu, pada tanggal 17 Februari, Lisna kembali mendapat pesan disertai foto Nizam yang terlihat menggigil di atas karpet.

Dalam foto tersebut, kondisi Nizam tampak sangat lemah. Namun bukannya segera dibawa ke rumah sakit, sang ayah justru memberikan pesan yang membuat Lisna terpukul.

“Pesannya dalam bahasa Sunda, ya udahlah ikhlas aja kalau misalkan mati nanti dikubur aja di dekat bapaknya (kakek Nizam),” ungkap Krisna.

“Yang ngomong siapa itu?” tanya Denny Sumargo.

“Bapaknya Nizam,” jawab Krisna tegas.

Menurut Krisna, Nizam baru dibawa ke rumah sakit pada tanggal 18 Februari, tiga hari setelah pesan dan foto kondisi anak itu dikirim.

Sayangnya, nyawa Nizam sudah tak tertolong. Bagi Lisnawati, waktu tiga hari itu adalah penyesalan terbesar yang tak akan pernah bisa terhapus.

“Masih sempatlah, harusnya bawalah ke dokter, tapi dia malah bilang, masih sibuk. Terus bilang, ikhlasin aja, doain aja, maafin si Raja katanya. Cukup maafin aja,” kata Lisna.

Kini, Lisnawati tak ingin diam. Ia resmi melaporkan mantan suaminya, Anwar Satibi, ke Polres Sukabumi dengan tuduhan pembiaran dan penelantaran anak.

Laporan tersebut didampingi langsung oleh kuasa hukumnya dan telah diterima oleh penyidik kepolisian.

“Kami datang ke Polres Sukabumi melaporkan bapaknya Nizam dengan pasal pembiaran dan penelantaran anak. Penyidik menyatakan unsur-unsurnya terpenuhi, dan laporan resmi sudah diterima," ungkap Krisna.

Lisnawati berharap keadilan dapat ditegakkan seadil-adilnya. Sementara itu, masyarakat terus memantau perkembangan kasus ini. (adk)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:35
02:39
01:06
04:15
02:02
08:19

Viral