- YouTube/TransTVOfficial/DennySumargo
Meski Tahu Mantan Suami Kerap KDRT, Ini Alasan Ibu Nizam Relakan Anaknya Tinggal dengan Ayahnya
Setelah berhasil melarikan diri, Lisna memutuskan untuk mengajukan cerai.
Namun, proses perceraian itu tidak mudah. Saat mengajukan perceraian, Anwar mengajukan satu syarat: anak mereka, Nizam, harus tinggal bersamanya.
“Saya mau minta cerai sama dia. Katanya boleh cerai tapi anak pengin sama dia,” ujar Lisna.
Pilihan sulit itu membuat Lisna dan keluarganya berada dalam dilema.
Ia hanya ingin terbebas dari kekerasan yang selama ini dialaminya, namun di sisi lain harus merelakan anaknya diasuh oleh sosok yang dulu menyiksanya.
“Yang penting bisa cerai, kata ibu saya juga gitu,” ucap Lisna lirih.
Keputusan itu menjadi titik balik hidup Lisnawati. Ia memutus hubungan rumah tangga yang penuh kekerasan, tetapi harus menanggung kerinduan dan rasa bersalah karena meninggalkan anaknya.
Ia mengira, setidaknya dengan tinggal bersama ayah kandungnya, Nizam bisa tumbuh dengan aman dan memiliki kehidupan yang lebih stabil. Namun takdir berkata lain.
Beberapa tahun kemudian, Lisna menerima kabar duka yang menghancurkan hatinya.
Nizam meninggal dunia dengan luka-luka di tubuhnya, diduga akibat penganiayaan oleh ibu tirinya.
Kini, Lisna menuntut keadilan, bukan hanya untuk anaknya, tetapi juga untuk dirinya yang dulu dipaksa diam menghadapi kekerasan.
Dalam wawancara yang sama, Lisna juga mengaku curiga bahwa mantan suaminya turut memiliki peran dalam kematian Nizam, entah sebagai pelaku langsung atau karena membiarkan kekerasan itu terjadi.
“Feeling saya, bapaknya juga ada keterlibatan,” kata Lisna dengan nada tegas. (adk)