- YouTube/Trans7Official
Ibu Nizam Ungkap Fakta Baru, Sebelum Meninggal Sang Anak Sempat Dipukuli oleh Ayahnya
“Iya, sampai dia juga pernah sakit katanya, dicekik apa digimanain ya, dilelepin ke air,” jawab Lisna.
Lisna mengaku sangat terpukul saat mendengar cerita itu.
Ia tidak menyangka bahwa anak yang begitu ia cintai harus mengalami penderitaan berlapis di tangan kedua orang tuanya, baik ayah kandung maupun ibu tiri.
Ia mengatakan, sejak awal dirinya enggan berkomunikasi dengan mantan suaminya karena trauma masa lalu yang penuh kekerasan.
“Makanya saya enggak mau bicara juga sama bapaknya, saking enggak kuatnya kalau saya bicara sama dia,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Krisna Murti, kuasa hukum Lisnawati, menjelaskan bahwa informasi mengenai kekerasan tersebut baru disampaikan kepada pihaknya belum lama ini.
Krisna menyebut bahwa keterangan dari keluarga Anwar akan menjadi bukti penting dalam proses penyelidikan lanjutan.
“Kenapa dia punya feeling tadi yang seperti dia katakan itu? Karena dia juga dapat cerita. Saya juga baru disampaikan kemarin, ceritanya baru kemarin disampaikan yang kakak sepupunya cerita,” kata Krisna Murti.
Sebelumnya, Lisnawati juga telah menceritakan bagaimana ia terpaksa meninggalkan Nizam bersama mantan suaminya setelah bercerai.
Keputusan itu bukan tanpa alasan, Lisna ingin segera lepas dari hubungan rumah tangga yang penuh KDRT. Namun, syarat dari sang suami saat itu adalah anak mereka harus diasuh olehnya.
“Saya mau minta cerai sama dia. Katanya boleh dicerai tapi anak pengin sama dia. Terus akhirnya si anak itulah ditaruh sama ayahnya,” ujar Lisna.
“Yang penting bisa cerai,” tambahnya, menirukan nasihat ibunya waktu itu.
Kini, penyesalan itu terus menghantui Lisna. Ia tak menyangka bahwa anak yang dulu ia relakan tinggal bersama ayahnya justru berakhir dengan penderitaan dan kematian tragis.
Publik pun bereaksi keras terhadap pengakuan Lisnawati.
Banyak warganet yang menyerukan agar penyidik kepolisian memperluas penyelidikan dan memeriksa peran ayah kandung Nizam dalam kasus ini. (adk)