- Instagram/@irwandiferry
Protes Mobil Dinas Rp8,5 M, Ferry Irwandi Tawarkan 4 Program Rakyat yang Lebih Berguna untuk Kaltim
tvOnenews.com - Rencana pengadaan mobil dinas baru untuk Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud, senilai Rp8,5 miliar memicu polemik nasional.
Publik ramai mempertanyakan urgensi pembelian kendaraan mewah di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih timpang dan banyaknya persoalan sosial di daerah.
Salah satu kritik tajam datang dari Ferry Irwandi, kreator konten yang kerap membahas isu kebijakan publik dan sosial.
Melalui kanal YouTube pribadinya pada Jumat, 27 Februari 2026, Ferry menyampaikan protes keras terhadap kebijakan tersebut.
Ia menilai pembelian mobil dinas dengan nilai fantastis itu sebagai bentuk pemborosan dan simbol kemewahan yang tidak relevan dengan semangat efisiensi anggaran.
“Oke teman-teman, pertanyaannya kalau misal 8,5 miliar ini dialokasikan untuk kebutuhan masyarakat Kaltim, kira-kira apa saja manfaat yang bisa mereka peroleh?” ujar Ferry membuka videonya.
Menurut Ferry, dana sebesar itu akan jauh lebih bermanfaat jika digunakan untuk program-program nyata yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat.
Ia bahkan memaparkan empat alternatif penggunaan dana Rp8,5 miliar yang dinilainya lebih berguna bagi rakyat Kalimantan Timur.
- Istimewa
1. Fasilitas Pendidikan
Sektor pendidikan menjadi perhatian pertama Ferry Irwandi.
Ia menyoroti kondisi banyak sekolah di daerah yang masih jauh dari layak, terutama di wilayah Kutai Kartanegara, yang menurutnya memiliki lebih dari 660 ruang kelas dalam kondisi rusak berat.
“Nah, dengan 8,5 miliar ini, lu bisa renovasi sekitar 340-an kelas yang mana itu sangat meringankan beban dan penderitaan masyarakat,” jelas Ferry.
Ia menegaskan, memperbaiki fasilitas pendidikan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga bentuk investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur.
2. Layanan Kesehatan
Poin kedua yang disampaikan Ferry menyentuh layanan kesehatan di daerah terpencil Kaltim.
Menurutnya, akses masyarakat pedesaan terhadap fasilitas medis yang layak masih sangat terbatas.
Banyak warga yang harus menempuh jarak jauh hanya untuk mendapatkan perawatan dasar.
“Dengan uang 8,5 miliar itu, Bapak bisa bangun puluhan klinik di desa sana dan bahkan bisa bangun Puskesmas tingkat D yang sudah proper banget,” ungkap Ferry.