news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ferry Irwandi saat menyalurkan donasi ke Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.
Sumber :
  • Instagram/@irwandiferry

Protes Mobil Dinas Rp8,5 M, Ferry Irwandi Tawarkan 4 Program Rakyat yang Lebih Berguna untuk Kaltim

Ferry Irwandi kritik rencana mobil dinas Rp8,5 miliar Gubernur Kaltim. Ia tawarkan 4 alokasi dana alternatif untuk rakyat.
Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:25 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Rencana pengadaan mobil dinas baru untuk Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud, senilai Rp8,5 miliar memicu polemik nasional.

Publik ramai mempertanyakan urgensi pembelian kendaraan mewah di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih timpang dan banyaknya persoalan sosial di daerah.

Salah satu kritik tajam datang dari Ferry Irwandi, kreator konten yang kerap membahas isu kebijakan publik dan sosial.

Melalui kanal YouTube pribadinya pada Jumat, 27 Februari 2026, Ferry menyampaikan protes keras terhadap kebijakan tersebut.

Ia menilai pembelian mobil dinas dengan nilai fantastis itu sebagai bentuk pemborosan dan simbol kemewahan yang tidak relevan dengan semangat efisiensi anggaran.

“Oke teman-teman, pertanyaannya kalau misal 8,5 miliar ini dialokasikan untuk kebutuhan masyarakat Kaltim, kira-kira apa saja manfaat yang bisa mereka peroleh?” ujar Ferry membuka videonya.

Menurut Ferry, dana sebesar itu akan jauh lebih bermanfaat jika digunakan untuk program-program nyata yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat.

Ia bahkan memaparkan empat alternatif penggunaan dana Rp8,5 miliar yang dinilainya lebih berguna bagi rakyat Kalimantan Timur.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud.
Sumber :
  • Istimewa

1. Fasilitas Pendidikan

Sektor pendidikan menjadi perhatian pertama Ferry Irwandi.

Ia menyoroti kondisi banyak sekolah di daerah yang masih jauh dari layak, terutama di wilayah Kutai Kartanegara, yang menurutnya memiliki lebih dari 660 ruang kelas dalam kondisi rusak berat.

“Nah, dengan 8,5 miliar ini, lu bisa renovasi sekitar 340-an kelas yang mana itu sangat meringankan beban dan penderitaan masyarakat,” jelas Ferry.

Ia menegaskan, memperbaiki fasilitas pendidikan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga bentuk investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur.

2. Layanan Kesehatan

Poin kedua yang disampaikan Ferry menyentuh layanan kesehatan di daerah terpencil Kaltim.

Menurutnya, akses masyarakat pedesaan terhadap fasilitas medis yang layak masih sangat terbatas.

Banyak warga yang harus menempuh jarak jauh hanya untuk mendapatkan perawatan dasar.

“Dengan uang 8,5 miliar itu, Bapak bisa bangun puluhan klinik di desa sana dan bahkan bisa bangun Puskesmas tingkat D yang sudah proper banget,” ungkap Ferry.

3. Akses Air Bersih

Selain pendidikan dan kesehatan, Ferry menyoroti persoalan klasik yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi: akses air bersih.

Ia menyebut, masih banyak wilayah di Kalimantan Timur yang kesulitan mendapatkan air layak konsumsi, terutama di daerah pedalaman.

“Uang 8,5 miliar itu bisa Bapak gunakan untuk membangun SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) yang menyuplai ribuan warga dan keluarga di sana,” kata Ferry.

Menurutnya, pemenuhan air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda.

Dalam konteks wilayah seluas Kaltim, pembangunan infrastruktur air adalah langkah nyata yang menunjukkan keberpihakan pemimpin kepada rakyat kecil.

4. Penguatan Program UMKM

Terakhir, Ferry menilai bahwa pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) jauh lebih prioritas.

Ia menyebut dana Rp8,5 miliar bisa disalurkan sebagai modal bergulir bagi ribuan pelaku usaha kecil di berbagai kabupaten dan kota.

“Sentra UMKM, bikin ekonomi berputar, injeksi pada UMKM, UMKM menghasilkan profit. Dalam waktu tidak lama, ketika sirkulasi ekonomi ini terbentuk, masyarakatnya bahagia, PAD-nya Kaltim meningkat ketimbang membeli mobil seharga 8,5 miliar,” tegasnya.

Ferry menambahkan, penguatan UMKM bukan hanya meningkatkan kesejahteraan, tetapi juga memperkuat daya tahan ekonomi daerah.

Program semacam ini dinilai mampu menciptakan lapangan kerja baru dan menekan angka pengangguran.

Pernyataan Ferry Irwandi langsung viral di media sosial.

Banyak warganet mendukung pandangannya dan menilai kritik tersebut sebagai bentuk suara rakyat yang lelah melihat kemewahan pejabat di tengah ketimpangan sosial. (adk)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:35
02:39
01:06
04:15
02:02
08:19

Viral