- instagram Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati
Gelar Bukber Mewah Tema Bollywood, Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati Dikecam Netizen di Tengah Keluhan Jalan Rusak
Para peserta juga tampak berbincang santai sambil berfoto dengan latar dekorasi yang mencolok.
Acara tersebut dihadiri berbagai pejabat penting di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, mulai dari kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, hingga Sekretaris Daerah Sidoarjo, Fenny Apridawati.
Tuai Kritik karena Dinilai Kurang Empati
Meski berlangsung meriah, kegiatan tersebut justru memicu kritik dari masyarakat. Banyak warganet menilai konsep acara yang mewah tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi sebagian warga.
Beberapa komentar di media sosial juga menyoroti persoalan infrastruktur di wilayah Sidoarjo, terutama terkait kondisi jalan rusak yang masih dikeluhkan masyarakat.
Bahkan, kerusakan jalan tersebut disebut-sebut telah menyebabkan beberapa kecelakaan.
Karena itu, sebagian warga menilai kegiatan buka puasa bersama dengan konsep mewah tersebut kurang tepat dilakukan ketika masih banyak persoalan publik yang perlu mendapatkan perhatian.
Namun, tidak semua komentar bernada kritik. Ada pula warganet yang menganggap acara tersebut sebagai kegiatan internal pemerintah daerah yang wajar dilakukan dalam rangka mempererat hubungan kerja.
Terlepas dari perbedaan pendapat tersebut, viralnya video ini menunjukkan bagaimana aktivitas pejabat pemerintah kini semakin mudah dipantau oleh masyarakat.
Dokumentasi yang tersebar di media sosial dapat dengan cepat memicu berbagai persepsi dan penilaian publik.
- instagram Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati
Fenny Apridawati Sampaikan Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Menanggapi polemik yang berkembang, Fenny Apridawati akhirnya memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah.
“Perlu saya sampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran APBD,” ujar Fenny dalam keterangannya.
Ia juga menjelaskan bahwa acara tersebut sebenarnya digelar sebagai momentum silaturahmi di bulan Ramadan sekaligus untuk mendukung koordinasi program pemerintah daerah.
“Dan sejatinya acara itu merupakan momentum silaturahmi di bulan suci Ramadan, sekaligus dalam rangka penguatan percepatan program PIWK,” jelasnya.
Program tersebut, lanjut Fenny, berkaitan dengan upaya perbaikan jalan di wilayah Sidoarjo serta persiapan distribusi beras SPHP bagi masyarakat.
Meski demikian, ia mengakui bahwa publikasi kegiatan tersebut telah menimbulkan kegaduhan dan memunculkan persepsi kurang baik di masyarakat.