- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
Kang Dedi Mulyadi Kaget Bukan Main Lihat Kontrakan Dihuni 3 Janda, Langsung Beri Bantuan Rp50 Juta
tvOnenews.com - Momen haru terjadi saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melakukan kunjungan halal bihalal ke rumah warga usai Lebaran.
Dalam agenda keliling tersebut, ia menemukan sebuah kontrakan terpencil di wilayah Bandung yang dihuni oleh tiga perempuan berstatus janda dalam satu rumah.
Pertemuan itu bermula ketika seorang wanita menyampaikan keinginan ibunya untuk bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi.
Tanpa diduga, kondisi tempat tinggal yang ia kunjungi membuatnya terkejut.
“Ya ampun ya Allah, di Bandung rumahnya kok seperti ini. Ini rumah sekaligus warung. Ada berapa orang di sini? Janda di sini ada berapa?” tanya Dedi Mulyadi.
Dari percakapan tersebut terungkap bahwa rumah kecil itu dihuni oleh tiga generasi perempuan yang semuanya berstatus janda, yakni seorang nenek, anaknya, dan cucunya.
“Ibunya janda, tetehnya janda, anak ini juga janda. Jadi ada berapa janda di sini?” lanjutnya.
“Ada tiga janda,” jawab penghuni rumah.
Kondisi tersebut membuat Dedi Mulyadi merasa prihatin. Ia kemudian berdialog lebih jauh mengenai kehidupan mereka sehari-hari.
- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
Anak perempuan di kontrakan itu harus bekerja keras menghidupi anaknya setelah ditinggal suami.
Perempuan tersebut mengaku mencari nafkah dengan berjualan makanan di rumahnya.
Warung kecil yang mereka miliki menjadi satu-satunya sumber penghasilan.
“Jualan, bantu-bantu ibu,” ujarnya.
Mengetahui hal itu, Dedi Mulyadi langsung berniat membantu dengan membeli dagangan mereka.
“Warung nasi apa ini? Nanti sesekali kita pesan ya, minimal untuk makan anak-anak. Supaya para janda ini bisa hidup,” kata Kang Dedi.
Ia bahkan memuji ketangguhan para perempuan tersebut yang tetap berjuang di tengah keterbatasan.
“Ibu ini janda tangguh, seperti eselon dua,” ujarnya.
Selain itu, Gubernur Dedi Mulyadi juga memberikan bantuan kepada keluarga tersebut.
Bantuan terbesar yang ia janjikan datang setelah mengetahui bahwa keluarga tersebut sebenarnya memiliki tanah sendiri di Padalarang, meski rumah mereka sebelumnya mengalami kerusakan akibat kebakaran.
“Oh, rumah di Padalarang itu hancur ya?” tanya Kang Dedi.
“Iya, kena kebakaran di bagian belakang,” jawab salah satu anggota keluarga.
Mendengar hal tersebut, Dedi Mulyadi langsung menawarkan bantuan pembangunan rumah baru.
“Kalau dibangunkan rumah, kami bantu Rp50 juta. Mau?” ucapnya.
“Insyaallah mau,” jawab sang ibu dengan penuh haru.
Kang Dedi kemudian meminta agar keluarga tersebut masuk Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebagai langkah awal pembangunan.
Tidak hanya memberikan bantuan, Dedi Mulyadi juga memberikan nasihat kepada keluarga tersebut, khususnya kepada si ibu yang menyebut anak keduanya berhenti kuliah karena keterbatasan biaya.
Ia mendorong agar tetap semangat bekerja dan tidak bergantung pada bantuan.
“Jangan punya keinginan selalu ingin diberi. Kalau ingin memberi, rezekinya akan semakin banyak,” pesannya.
Selain itu, Kang Dedi juga menyoroti kondisi lingkungan tempat tinggal tersebut yang dinilai kurang layak.
Ia melihat gang sempit yang bahkan dijadikan tempat berdirinya rumah, sehingga akses jalan menjadi terganggu.
“Ini gang ternyata jadi rumah. Nanti biar sekeliling ini rapi, dipindah atau direlokasi,” ujarnya. (adk)