- tvOnenews.com/Ilham Giovani Pratama
Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Media Bulgaria Justru Terpukau Megahnya GBK, Stadion Timnas Indonesia Diakui Berkelas
tvOnenews.com - Persiapan Timnas Indonesia menuju FIFA Series 2026 justru menarik perhatian media Bulgaria terhadap stadion di Jakarta.
Tanpa diduga, media olahraga Bulgaria, Sportal.bg, menyoroti kemegahan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang akan menjadi salah satu venue utama turnamen tersebut.
Dalam ulasannya, Sportal.bg bahkan membandingkan GBK dengan stadion-stadion ikonik dunia seperti Maracana dan Allianz Arena.
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
"Sebuah stadion yang lebih besar dari "Maracana" dan "Allianz Arena" menyambut Bulgaria, mereka mengambil pinjaman dari Uni Soviet untuk pembangunannya," tulis media Bulgaria, Sportal.bg, dalam tajuk laporannya.
Seperti yang diketahui, GBK akan menjadi salah satu lokasi utama pertandingan dalam FIFA Series 2026 di Jakarta.
Turnamen ini akan mempertemukan beberapa negara, termasuk Bulgaria yang tengah menjadi sorotan.
Mereka menyoroti kapasitas stadion yang dulunya mencapai sekitar 110 ribu penonton sebelum direnovasi menjadi sekitar 77 ribu kursi.
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Meski telah dikurangi, angka tersebut tetap membuat GBK masuk dalam jajaran stadion dengan kapasitas besar di dunia.
Tak hanya untuk sepak bola, stadion ini juga dikenal sebagai venue konser musisi kelas dunia seperti Metallica, Mick Jagger, dan Bon Jovi.
Menariknya, media Bulgaria juga mengulas sejarah pembangunan GBK yang melibatkan bantuan dari Uni Soviet pada masa lalu.
Perhatian media Bulgaria terhadap stadion ini menunjukkan bahwa mereka cukup terkesan dengan fasilitas yang akan digunakan selama turnamen berlangsung.
Selain GBK, mereka juga menyinggung keberadaan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai stadion modern lainnya di ibu kota.
- Antara
Stadion tersebut dikenal dengan desain canggih tanpa lintasan atletik dan dibangun dengan biaya lebih dari 200 juta dolar AS, menjadikannya salah satu fasilitas olahraga modern di Asia.
"Kota terpadat di dunia ini juga merupakan rumah bagi Stadion Internasional Jakarta yang sangat modern, yang tidak memiliki lintasan atletik dan yang pembangunannya menelan biaya lebih dari 200 juta dolar AS yang ditanggung oleh Dinas Pemuda dan Olahraga setempat," lanjut Sportal.bg.