- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
KDM Bongkar Bengkel Kumuh di Cirebon, Si Tukang Tambal Ban Justru Bahagia Tempat Usahanya Dirobohkan: Mau Pak
Cirebon, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi (KDM) mengunjungi Cirebon. Kedatangannya untuk menghadiri Rapat Paripurna Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon, Kamis (2/4/2026).
KDM menyempatkan berkeliling melihat kondisi Cirebon. Di tengah perjalanan, ia menemukan sebuah pemandangan bangunan bengkel tambal ban yang kumuh di pinggir jalur Pantura Lama, Cirebon.
Bengkel tambal ban tersebut dimiliki oleh Yeyep. KDM pun turun dari mobilnya untuk menghampiri bangunan kumuh itu.
KDM menganggap bengkel itu sudah tidak layak. Ironisnya, bengkel itu banyak sampah sehingga ia mendesak agar saung tersebut dibongkar dan disulap lebih layak dan bersih.
"Saya ingin membuat contoh tambal ban yang baik, bersih, dan tidak acak-acakan," ujar KDM dilansir dari kanal YouTube pribadinya, Jumat (3/4/2026).
Penyebab Utama KDM Bongkar Bangunan Bengkel Tambal Ban Milik Yeyep
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Mulanya, KDM geram saat baru menyambangi bengkel tersebut. Ia melihat banyak sampah berserakan di depan bangunan itu.
Ia pun langsung mengguyurkan uang sebesar Rp600 ribu. Tujuannya agar Yeyep membeli tempat sampah berukuran besar supaya area bengkelnya bersih.
"Beli tempat sampahnya yang gede, yang ada rodanya di bawah. Kira-kira harganya Rp600 ribu, ini ada lebihnya buat ongkos beli tempat sampah yang gede. Nanti disimpan di depan," terang KDM.
Kemudian, pria bernama Dedi Mulyadi itu mengecek kondisi dalam bangunan jasa bengkel, tambal ban, dan las tersebut. Di momen itu, ia tampak asik berbincang-bincang dengan Yeyep.
Salah satu momen perbincangan hangat antara KDM dan Yeyep saat mengulas beberapa barang dagangan yang dijual Yeyep. Mulanya, ia melihat ada keunikan di dalamnya.
KDM mengorek seputar bagaimana cara Yeyep mengubah ban bekas yang gundul seolah terlihat baru. Selepas itu, Yeyep menjualnya seharga Rp25.000 (ban motor) dan Rp70.000 (ban mobil).
Di balik itu, ia hanya memperoleh pendapatan dari hasil penjualan ban bekas sekitar Rp25 ribu hingga Rp50 ribu. Hasil itu di luar dari pendapatan jasa menambal ban dan las.
Mantan Bupati Purwakarta ini bertanya terkait hasil jasa tambal ban dan las. Yeyep menuturkan, kadang-kadang pendapatan dihasilkan dari kedua jasa ini hanya sebesar Rp100 ribu.
"Kalau lagi ramai?," tanya KDM.
"Biasanya mentok Rp150 ribu, Pak," jawab Yeyep.
Meski begitu, Yeyep mengaku pendapatan biasa dihasilkan olehnya tak mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Ia bahkan berbicara kepada KDM bahwa dirinya mengalami kendala harga sewa bangunan.
Harga sewa bangunan untuk tempat mencari nafkahnya dinilai sangat berat. Meski sudah kumuh dan tidak layak, ia merogoh gocek sebesar Rp10 juta per tahun hanya keperluan sewa lahan.
Kata Yeyep, penghasilan per harinya tidak menentu. Ia mengaku uang dari hasil mengais rezeki sehari harus ditabung untuk kebutuhan biaya sewa bangunan kumuh tersebut.
Dari penghasilan per hari, Yeyep juga harus tetap memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Ia pun merasa pendapatannya selalu kekurangan demi memenuhi kedua aspek tersebut.
KDM justru melontarkan kekagumannya. Ia melihat ada kreativitas diciptakan Yeyep karena rela memungut ban-ban bekas di jalan untuk kembali diukir agar terlihat baru.
Gubernur Jabar itu kemudian tertampar dengan pengakuan Yeyep. Di balik jalan yang sudah mulus, ternyata sangat mempengaruhi pendapatan tukang tambal dan las di pinggir jalan.
Yeyep mengaku pendapatannya menurun drastis sejak jalur Pantura Lama di sekitar Cirebon diperbaiki oleh KDM melalui Pemprov Jabar.
"Kalau jalan rusak, pendapatan biasanya lebih karena banyak yang menambal (ban)," jelas Yeyep.
KDM melihat di balik kemajuan infrastruktur, masih banyak kehidupan rakyat kecil yang mengalami kesusahan.
KDM pun memberikan solusi menarik terhadap Yeyep. Ia menginginkan bengkel tersebut menjadi saung yang bersih dan tertata rapi.
Alih-alih kecewa, Yeyep justru bahagia. Ia tampak senang karena tempat usahanya dibongkar agar menjadi bangunan baru.
"Bongkar dulu sama Bapak. Ini mau saya bikin saung. Yang bagus, pakai injuk, pakai saung kayak pangkalan ojek, mau nggak Bapak?," kata KDM.
"Mau Bapak," sahut Yeyep dengan bahagia.
KDM mengingatkan Yeyep. Meski bangunan itu akan disulap menjadi saung yang baru, tukang bengkel tersebut harus selalu menjaga kebersihan.
"Saya bikin saung tapi harus rajin. Pagi-pagi menyapu di samping kiri, bawa arit, rumputnya dibabat," pesannya.
Ia menegaskan, Pemprov Jabar akan mulai membangun saung baru untuk Yeyep pada pekan depan. Tak tanggung-tanggung, KDM juga akan memberikan sejumlah fasilitas baru, seperti atap injuk, lantai paving block hingga toilet.
KDM mengatakan, estimasi pembangunan saung yang baru di tepi jalan itu selama satu bulan. Ia meminta agar Yeyep beristirahat di rumah. Nantinya, pembekalan kebutuhan sehari-hari ditaunggung olehnya.
Selain itu, KDM juga akan melunasi biaya sewa lahan selama dua tahun ke depan. Tujuannya agar meringankan beban Yeyep.
(hap)