Sentuhan Magis Dedi Mulyadi saat Penertiban Kios di Jalur Puncak: Redam Amarah Warga Hingga Bongkar Bangunan Secara Mandiri
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Suasana di jalur Puncak-Cianjur mendadak tegang saat puluhan petugas Satpol PP dibantu alat berat bersiap meratakan kios-kios permanen di sepanjang jalan.
Namun, situasi yang sempat memanas tersebut seketika luluh setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, hadir langsung di lokasi untuk berdialog dengan para pedagang, Rabu.
Penertiban sekitar 40 kios ini dilakukan dalam rangka penataan kembali kawasan Puncak sebagai destinasi wisata unggulan Jawa Barat.
Meski sempat ada penolakan dari warga yang mengaku belum menerima surat pemberitahuan, kehadiran Dedi Mulyadi membawa solusi nyata berupa uang kompensasi dan bantuan hunian.
Dedi Mulyadi memastikan bahwa para pedagang tidak akan ditelantarkan. Pemerintah memberikan uang tunai sebesar Rp10 juta kepada setiap pemilik kios sebagai modal usaha.
Tak hanya itu, bagi mereka yang menjadikan kios sebagai tempat tinggal, pemerintah menyiapkan bantuan biaya kontrak rumah hingga pembangunan rumah permanen.
"Pedagang yang ditertibkan mendapat kompensasi sebesar Rp10 juta serta uang untuk mengontrak rumah, dan ada pedagang yang dibangunkan rumah karena kios yang ditempati merangkap rumah," ujar Gubernur Jabar tersebut di sela-sela kegiatannya di Cianjur.
Kepala Satpol PP Cianjur, Djoko Purnomo, mengakui bahwa proses eksekusi bangunan liar tersebut awalnya berjalan alot.
Namun, pendekatan persuasif yang dilakukan Gubernur berhasil mengubah suasana menjadi kondusif.
Warga yang tadinya melawan justru mulai mengemasi barang-barang mereka secara mandiri sebelum alat berat meratakan bangunan.
"Sempat terjadi perlawanan, namun situasi kondusif setelah Gubernur Jabar hadir dan berdialog dengan pemilik warung, mereka mendapatkan kompensasi sebesar Rp10 juta dan yang tidak memiliki rumah akan dibangunkan pemerintah," jelas Djoko.
Djoko menambahkan bahwa langkah tegas ini harus diambil demi mengembalikan fungsi jalur Puncak sebagai kawasan wisata.
Sebagai gantinya, pemerintah tengah menggenjot pembangunan jalur Puncak Dua.
"Puncak dua dibangun sebagai jalur alternatif sedangkan jalur Puncak difungsikan kembali sebagai jalur wisata, sehingga penataaan akan segera dilakukan diawali dengan penertiban bangunan liar di sepanjang jalur tersebut," imbuhnya.
Salah seorang pedagang, Ikin (43), mengaku pasrah meski terselip rasa sedih karena harus meninggalkan lokasi yang sudah bertahun-tahun menjadi tempatnya mencari nafkah.
Load more