- Ilham Ariyansyah/tvOne
Disorot KDM, RSHS Bandung Singgung Layanan Kesehatan Buntut Bayi Nyaris Tertukar karena Kecerobohan Perawat Viral
"Dalam pemberian layanan kesehatan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku," lanjutnya.
Sudah Berkomunikasi dengan Pihak Orang Tua
Menyikapi polemik ini, tim RSUP langsung berupaya untuk berkomunikasi dengan pihak orang tua. Kebetulan Nina Saleha selaku ibu kandung dari bayi yang nyaris tertukar bersedia dikunjungi oleh pihak rumah sakit.
Kunjungan itu berakhir positif. Keluhan dari Nina Saleha telah diselesaikan dengan baik dan dilakukan secara kekeluargaan.
"RSHS berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik serta melakukan perbaikan berkelanjutan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di RSHS," terangnya.
RSHS Bandung Nonaktifkan Perawat
- tim tvOnenews.com
Asisten Manajer Keperawatan RSHS Kota Bandung, Arif mendapat panggilan video call dari KDM, Kamis (9/4/2026). Di momen itu, Dedi Mulyadi bertanya siapa nama dan status perawat yang lalai.
Arif menjelaskan bahwa, perawat yang lalai dalam polemik ini berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Di RSHS Bandung, perawat tersebut telah bekerja lebih dari 20 tahun.
KDM kembali memberikan pertanyaan. Ia ingin mengetahui jenis sanksi yang pantas diterima oleh perawat senior tersebut.
"Sanksi yang diberikan apa sekarang?," tanya KDM.
Arif menyampaikan kabar terbaru kepada KDM. Pihak RSHS Bandung menonaktifkan perawat senior dalam kasus bayi tertukar tersebut.
"Kami sudah klarifikasi, sudah juga berkumpul dengan Pak Dirmed (Direktur Medik), sudah dilaporkan juga ke Pak Dirut (Direktur Utama). Sementara memang sebagai bentuk pembinaan, kami menonaktifkan dulu dari pelayanan untuk kami analisis lebih dalam," beber Arif.
Gubernur Jabar kembali memastikan lebih lanjut dalam menyikapi kasus ini. Ia ingin mengetahui evaluasi penyebab dan akibat dari kelalaian perawat senior.
"Kemudian dilakukan evaluasi, apa saja menjadi latar belakang kecerobohan itu?," tanya KDM lagi.
Kata Arif, pihak rumah sakit akan melakukan analisa lebih dalam untuk membuka dugaan bukti kelalaian dan kesengajaan menukar bayi kepada orang lain.
"Kalau kelalaian, nanti akan ada pembinaan dan surat peringatan," ucap Arif.