- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Terpopuler Trend: Dedi Mulyadi Mendadak Minta Maaf, Warga Jabar Serbu Medsos Samsat, hingga Bung Ropan Curigai PSSI
tvOnenews.com - Publik diramaikan dengan berbagai isu hangat yang menyita perhatian publik.
Mulai dari langkah mengejutkan Dedi Mulyadi yang menyampaikan permintaan maaf, hingga kritik tajam warganet terhadap layanan Samsat, serta analisis menarik dari Bung Ropan terkait Timnas Indonesia.
Berikut rangkuman tiga berita terpopuler yang sedang trending dan banyak diperbincangkan.
1. Dedi Mulyadi Mendadak Minta Maaf ke Warga Jawa Barat
- Tangkapan Layar YouTube Pemkab Subang
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara mengejutkan menyampaikan permohonan maaf melalui akun Instagram pribadinya.
Permintaan maaf ini ditujukan khusus kepada civitas akademika di Jawa Barat yang pernah menjadi sasaran inspeksi mendadak (sidak) yang ia lakukan.
Dalam unggahannya, Dedi Mulyadi bahkan menyebut dirinya sebagai “gubernur sableng” yang mengurus berbagai hal tanpa batas.
“Mohon maaf warga Jawa Barat, terutama civitas akademika yang pernah terkena sidak,” tulisnya.
Unggahan tersebut sebenarnya merupakan bagian dari dokumentasi saat ia melakukan sidak ke sebuah sekolah.
Namun, nada permintaan maaf yang disampaikan membuat banyak warganet memberikan respons beragam.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk refleksi sekaligus pendekatan humanis seorang pemimpin kepada masyarakatnya, terutama di dunia pendidikan.
Baca selengkapnya: Dedi Mulyadi Mendadak Sampaikan Permohonan Maaf ke Warga Jawa Barat: Saya Mah Gubernur Sableng
2. Warga Serbu Media Sosial Samsat Usai Tak Sesuai Kebijakan
- Instagram/dedimulyadi71
Nama Dedi Mulyadi kembali jadi sorotan setelah mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta.
Keputusan ini diambil setelah viralnya keluhan warga yang kesulitan mendapatkan pelayanan saat hendak membayar pajak kendaraan bermotor.
Kasus ini langsung memicu gelombang reaksi di media sosial. Akun Instagram resmi Samsat Soekarno-Hatta pun menjadi sasaran komentar dari warganet yang menyuarakan berbagai pendapat.
Mulai dari kritik tajam, sindiran, hingga dukungan terhadap langkah tegas gubernur membanjiri kolom komentar akun tersebut.
Banyak warga yang merasa kebijakan ini menjadi angin segar dalam upaya memperbaiki pelayanan publik.