- Ilham Ariyansyah/tvOne
Terungkap Sosok Perawat yang Diduga Nyaris Tukar Bayi, Ternyata Sudah Bekerja 20 Tahun di RS Hasan Sadikin
tvOnenews.com - Sosok perawat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung yang diduga hampir tukar bayi diungkap oleh Asisten Manajer Keperawatan.
Saat dihubungi oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Arif selaku Asisten Manager Keperawatan mengungkapkan perawat yang saat itu bertugas.
Arif menyebut bahwa perawat yang bersangkutan merupakan perawat senior yang sudah berstatus sebagai ASN.
"Perawatnya namanya siapa? Sudah ASN?" tanya Dedi Mulyadi, seperti dilansir dari kanal YouTube miliknya, Kamis (9/10).
Arif menjawab, "sudah (ASN), sudah lebih dari 20 tahun (bekerja)."
- tangkapan layar YouTube KANG DEDI MULYADI CHANEL
Sebelumnya, sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan pengakuan seorang ibu bernama Nina Shaleha terkait pengalamannya saat sang buah hati dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin.
Nina menceritakan bahwa bayinya sempat menjalani perawatan karena mengalami penyakit kuning.
Selama kurang lebih lima hari, bayinya dirawat di ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit).
Namun, kejadian tak terduga terjadi saat Nina hendak menjemput dan membawa pulang sang anak.
Ia terkejut ketika mendapati bayinya justru berada dalam gendongan seorang ibu lain. Awalnya, Nina mengenali bayinya dari selimut, pakaian, dan topi yang dikenakan.
“Selimut, baju, sama topinya seperti milik anak saya,” ujarnya.
- Istimewa
Kecurigaan itu semakin kuat setelah ia melihat langsung wajah bayi tersebut dan memastikan bahwa itu benar adalah anaknya.
Menyadari bayinya berada di tangan orang lain, Nina pun langsung mempertanyakan kepada perawat Hasan Sadikin yang saat itu bertugas menangani bayinya.
Ia merasa heran bagaimana bayinya bisa diberikan kepada orang lain. Menanggapi hal itu, perawat berdalih bahwa sebelumnya sempat memanggil Nina, namun tidak mendapat respons. Karena itu, bayi tersebut kemudian diserahkan kepada ibu lain.
Atas kecerobohan yang dilakukan oleh perawat senior tersebut, Afif menjelaskan bahwa pihak rumah sakit sudah menonaktifkan ia selagi pemeriksaan lebih lanjut.
"Tadi kami sudah klarifikasi, pak. Kita juga sudah kumpul dengan pak Dirmed (Direktur Medik dan Keperawatan), sudah dilaporkan juga pak, ke Dirut (Direktur Utama)," kata Arif, menjelaskan kepada Dedi Mulyadi.