- Kolase Antara/Farika Nur Khotimah & Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Bukan hanya Kades Saja, Warga Ciamis Tak Habis Pikir Dedi Mulyadi Tindak Dugaan Pungli di Jembatan Cirahong
Ciamis, tvOnenews.com - Warga Desa Pawindan, Ciamis, Akhmad Himawan ikut bersuara seperti yang dilontarkan Kepala Desa (Kades) Margaluyu, Dian Cahyadinata terhadap Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.
Warga Ciamis itu menyoroti sikap dari Dedi Mulyadi. Pasalnya, Gubernur Jabar itu menindaklanjuti dugaan aksi pungutan liar (pungli) di Jembatan Cirahong.
Dalam sebuah video viral di media sosial, ia menumpahkan kekecewaannya. Ia telah mengetahui belakangan ini Dedi Mulyadi meninjau kondisi Jembatan Cirahong.
Di momen itu, Akhmad langsung bergegas menuju lokasi jembatan penghubung Ciamis-Tasikmalaya tersebut. Sayangnya ia tidak bisa bertemu lantaran KDM telah meninggalkan tempat dengan cepat.
"Tadinya saya respek dan menaruh harapan besar. Saya mengira akan ada dialog, minimal menampung aspirasi warga," ujar Akhmad dikutip, Selasa (14/4/2026).
Kecewa Gagal Sampaikan Aspirasi kepada Dedi Mulyadi
- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
Ia menjelaskan, niatnya untuk menumpahkan aspirasi gagal. Saat tiba di lokasi, ia menyebut dirinya tak bertemu lantaran kunjungan Dedi Mulyadi hanya sebentar.
"Kenyataannya, beliau hanya beberapa menit di sana, membuat video untuk konten, lalu memerintahkan jajarannya memasang marka dan lampu," jelasnya.
Akhmad mengetahui KDM juga menghadirkan Dinas PUPR Jawa Barat. Di momen itu, mantan Bupati Purwakarta tersebut memberikan instruksi sebagai tindaklanjutnya.
Ia berpendapat pada saat itu KDM memperintahkan agar Jembatan Cirahong ditambah lampung penerangan, traffic light, marka jalan, CCTV, dan sebagainya.
Menurutnya, perintah itu hanya sebagai solusi teknis lalu lintas. Namun hal tersebut justru hanya bersifat permukaan saja.
"Kalau saya tidak salah kutif, KDM hanya buat konten dan memerintahkan Kepala Dinas PUPR Jabar untuk buat marka jalan, penambahan penerangan, memasang traffic light dan pasang CCTV," bebernya.
Bandingkan dengan Kondisi Jam Sibuk di Jembatan Cirahong
Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Ciamis itu menilai ada kekeliruan fatal. Ia memahami dari hasil peninjauan, KDM menganggap jembatan peninggalan Kolonial Belanda itu bisa dilalui dua arah.
Tak hanya itu, KDM memastikan Jembatan Cirahong dinilai aman saat kendaraan saling berpapasan. Ia menilai hal itu diasumsikan ketika bukan pada jam sibuk.