- Kolase Antara/Farika Nur Khotimah & Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Bukan hanya Kades Saja, Warga Ciamis Tak Habis Pikir Dedi Mulyadi Tindak Dugaan Pungli di Jembatan Cirahong
Menurutnya, kondisi ini dipastikan berbeda dengan jam sibuk. Hal itu sebagai bentuk gambaran bagaimana kondisi pengendara yang lewat di waktu tertentu.
"Beliau datang bukan di jam sibuk. Kalau jam 06.00 sampai 07.00 pagi saat warga berangkat kerja dan sekolah, atau sore hari saat arus balik, kondisinya sangat berbeda," terangnya.
"Kedatangan pada jam tersebut tidak bisa menjadi cermin bagaimana kondisi Cirahong secara keseluruhan," lanjutnya dengan tegas.
Kata dia, masalah utama tidak hanya sekadar marka jalan. Ia menyampaikan bahwa, permasalahan yang terjadi karena keamanan umum.
Baginya, jembatan ini sebagai lokasi atau tempat yang paling rawan. Maka dari itu, ia menekankan adanya penjaga atau petugas untuk berjaga secara terus-menerus.
"Solusi sarana prasarana itu hanya menyelesaikan urusan lalu lintas. Pak Gubernur belum menyentuh solusi keamanan secara umum. Tanpa penjaga, tempat ini tetap sepi dan rentan tindak kejahatan serta aksi bunuh diri. Harapan kami buat didengar langsung ternyata sirna," paparnya.
Kades Margaluyu Protes ke KDM soal Jembatan Cirahong
- Instagram @sundalandmedia
Sementara, Kades Margaluyu, Dian Cahyadinata menuai sorotan publik. Ia juga menyoroti kebijakan penghentian penjagaan oleh warga yang dibentuk oleh Dedi Mulyadi.
Dian menyayangkan Jembatan Cirahong menjadi viral. Hal ini bermula lantaran ada seorang warga menghebohkan dugaan aksi pungli di jembatan tersebut.
Ia menuntut penyebar video klarifikasi. Dalam rekaman itu, temuan dugaan pungli harus diusut tuntas karena dinilai meresahkan warga dan pengendara yang lewat.
"Panggil, usut penggugah akun yang memviralkan pertama kalii mengunggah berita tentang pungli ini," kata Dian dilansir dari akun @sundalanmedia.
Dian mempunyai alasan agar video viral itu segera diusut. Ia ingin mengetahui apakah penyebar merupakan warga sekitar atau pengguna yang sering melewati Jembatan Cirahong.
"Kita harus tahu maksud tujuannya dia mempublikasiikan itu ingin akunnya terkenal atau punya maksud lain, kan harus diklarifikasi," tegasnya.
Kades Margaluyu itu menyampaikan harapannya kepada KDM. Gubernur Jabar diharapkan dapat melihat aspek lain, salah satunya dampak dan masalah yang menyangkut keamanan.