- Instagram/cha_youngjoo - YouTube/LEMBUR PAKUAN CHANNEL
Top 3: Anak Istri Shin Tae-yong Heran, KDM Ucapkan Terima Kasih ke Warga Malang, hingga Medsos Samsat Soekarno Hatta Diserbu
tvOnenews.com - Kabar tentang mantan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong (STY) hingga Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hingga menjadi topik terpopuler di tvOnenews.com pada 15 April 2026.
Berikut rangkuman tiga artikel terpopuler tersebut:
Anak Istri Shin Tae-yong Heran STY Bisa Bolak-balik Indonesia
- Instagram @cha_youngjoo
Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, kembali mencuri perhatian publik usai membagikan momen kunjungannya ke Yogyakarta.
Meski sudah tidak lagi menangani skuad Garuda, kehadirannya di Indonesia memunculkan spekulasi bahwa ia masih memiliki kedekatan emosional dengan Tanah Air.
Dalam unggahannya di media sosial, Shin Tae-yong terlihat menikmati suasana Yogyakarta layaknya wisatawan.
Unggahan tersebut langsung diserbu komentar dari para suporter yang mengaku rindu dengan sosoknya.
Namun, bukan hanya fans yang bereaksi, keluarga Shin Tae-yong juga turut memberikan komentar yang menarik perhatian.
Sang istri, Cha Young-joo, mengungkapkan rasa rindunya karena sang pelatih cukup lama berada di Indonesia.
“Kamu terus mengirimiku hati, kan??? lol,” tulisnya.
Sementara itu, putranya, Shin Jae-won, memberikan komentar yang seolah menegaskan kedekatan ayahnya dengan Indonesia.
“Memang pria yang cinta Indonesia,” tulisnya.
Baca artikel selengkapnya Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda
Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih pada Warga Malang Jawa Timur
- dok.kolase tvOnenews.com /YouTube Dedi Mulyadi Channel
Aksi para nelayan di Malang, Jawa Timur, mendadak viral dan menuai pujian luas setelah mereka memilih melepaskan seekor hiu paus yang terjebak jaring, alih-alih menjadikannya tangkapan.
Peristiwa tersebut terjadi di Pantai Sendang Biru, saat para nelayan yang tengah melaut menemukan hiu paus berukuran besar tersangkut.
Dengan penuh kehati-hatian, mereka bekerja sama mengembalikan hewan tersebut ke laut demi menjaga kelestarian ekosistem.
Aksi penuh kepedulian ini pun menarik perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia mengundang para nelayan untuk bertemu langsung sebagai bentuk apresiasi.
“Hari ini saya bertemu dengan orang-orang baik dari Malang, Jawa Timur. Mereka ini pada tanggal 10 April ada hiu paus masuk ke jaringnya, tapi hiunya dilepasin. Hari ini ketemu nih,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Dedi juga mengajak nelayan di seluruh Indonesia untuk menjaga laut dan tidak menangkap hewan yang dilindungi.
Ia berharap kesadaran seperti ini terus tumbuh di kalangan masyarakat pesisir.
Para nelayan mengaku terkejut sekaligus bangga atas perhatian yang diberikan.
Salah satu perwakilan menyampaikan rasa terima kasih karena aksi sederhana mereka bisa mendapat apresiasi luas.
Sebagai bentuk dukungan, Dedi turut memberikan bantuan sebesar Rp20 juta untuk para nelayan. Ia juga berharap kesejahteraan nelayan ke depan semakin meningkat.
Aksi ini menjadi contoh nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari langkah sederhana, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan laut untuk masa depan.
Baca artikel selengkapnya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Tiba-Tiba Ucapkan Terima Kasih ke Warga Malang Jawa Timur
Media Sosial Samsat Soekarno Hatta Diserbu Warganet Buntut Penonaktifan oleh KDM
- Istimewa
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menjadi sorotan setelah mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta.
Keputusan ini diambil usai viralnya keluhan warga yang tidak mendapat pelayanan saat hendak membayar pajak kendaraan bermotor (PKB).
Kasus bermula dari video seorang content creator yang datang ke kantor Samsat untuk membayar pajak motor tanpa membawa KTP pemilik lama.
Ia kemudian ditolak dan diminta melengkapi persyaratan terlebih dahulu.
Padahal, berdasarkan kebijakan terbaru Pemprov Jawa Barat, pembayaran PKB dapat dilakukan tanpa KTP pemilik pertama, sebagaimana tertuang dalam surat edaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat.
Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi menilai telah terjadi ketidaksesuaian antara kebijakan dan praktik di lapangan.
Ia menegaskan bahwa pelayanan publik harus mengikuti aturan yang berlaku, terutama jika bertujuan mempermudah masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, ia resmi menonaktifkan pimpinan Samsat Soekarno-Hatta mulai 8 April 2026.
Langkah ini langsung memicu reaksi luas di media sosial. Warganet ramai-ramai membanjiri kolom komentar akun resmi Samsat, menyampaikan kritik hingga dukungan terhadap ketegasan gubernur.
Beberapa komentar bahkan bernada sindiran terhadap pelayanan yang dinilai tidak mengikuti arahan pimpinan.
Di sisi lain, banyak juga yang mengingatkan pentingnya menjalankan kebijakan demi kepentingan masyarakat luas.
Kasus ini menjadi bukti cepatnya respons publik terhadap isu pelayanan, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari.
Langkah tegas Dedi Mulyadi pun dinilai sebagai komitmen untuk meningkatkan kualitas layanan publik di Jawa Barat, sekaligus peringatan bagi seluruh instansi agar selalu mengikuti kebijakan terbaru dan melayani masyarakat dengan maksimal.
Baca artikel selengkapnya Usai Kepala Samsat Soekarno Hatta Dinonaktifkan KDM, Warga Jabar Berbondong-bondong Serbu Medsos
(han/gwn)