- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Dedi Mulyadi Sebut Warga Jawa Barat Bisa Berobat Gratis Asalkan Penuhi Syarat Ini
tvOnenews.com - Aksi lapangan Dedi Mulyadi kembali menghadirkan momen yang menyentuh hati. Di tengah kesibukannya, ia justru mendapat curhat langsung dari warga yang berharap bantuan untuk pengobatan anaknya. Dari situ, terungkap fakta penting soal peluang berobat gratis bagi warga Jawa Barat.
Momen tersebut terjadi saat Dedi Mulyadi menghentikan sebuah truk overload dalam kunjungan lapangan. Kehadirannya di pinggir jalan langsung disambut kerumunan warga yang ingin bersalaman hingga berfoto. Di tengah keramaian itu, seorang bapak mendekat dan meminta bantuan.
Peristiwa ini ditayangkan dalam kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL pada 19 April 2026.
Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat. (Sumber: YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL)
“Masalahnya apa? Bapak asalnya mana?” tanya Dedi Mulyadi.
“Cibogo, Majasari,” jawab bapak tersebut.
Saat ditanya lebih lanjut, bapak itu mengaku kini tinggal mengontrak di Cinangsi.
“Bapak berpenghasilan berapa?” tanya Dedi Mulyadi.
“Berpenghasilan cuma Rp100.000,” jawabnya.
“Iya. Berarti sebulan 4,5 juta,” ucap Dedi.
“Itu kotor, Pak,” timpal bapak tersebut.
“Biasa orang itu kalau ngaku penghasilan selalu rendah,” tegas Dedi Mulyadi.
Percakapan pun berlanjut ke inti persoalan. Bapak tersebut mengaku tidak terlalu membutuhkan bantuan sosial lain, namun sangat berharap mendapatkan KIS.
“Maksudnya saya penginnya enggak apa-apa enggak bansos, yang penting itu KIS, Pak?” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi menjelaskan secara rinci mekanisme penerima KIS.
“Kesehatan. Ya itu kan sebentar dulu yang ngedatanya itu data BPS. Data BPS itu diambillah menjadi data pemerintah melalui Kemensos. Dari Kemensos, data BPS itu kemudian dipilah-pilah. Saya paham,” ucap Dedi Mulyadi.
Ia juga menegaskan bahwa penerima KIS berasal dari data tersebut, termasuk kategori PBI (Penerima Bantuan Iuran).
“Kemudian yang dikeluarkan dari data itu pemegang Kartu Indonesia Sehat atau pemegang PBI gitu kan. Pemegang PBI banyak yang sebenarnya masyarakat membutuhkan. Makanya provinsi ngambil kebijakan yaitu jaminan kesehatan bagi warga,” ujar Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut, ia mengungkap kabar baik bagi warga Jawa Barat terkait layanan kesehatan gratis.
“Sekarang MOUnya sudah ditandatangan dengan bupati/wali kota. Nanti tinggal kerja sama dengan rumah sakitnya. Nanti warga Jawa Barat asal dia masuk kelas 3 itu free. Ya udah jawaban saya itu,” jelasnya.
Mendengar hal tersebut, bapak itu kembali menyampaikan alasannya yang begitu menyentuh. Ia membutuhkan KIS untuk biaya operasi anaknya.
“Buat anak kan mau operasi,” katanya lirih.
Dedi Mulyadi pun merespons dengan cepat dan meminta data untuk ditindaklanjuti.
“Iya. Nanti saya minta datanya, kasihkan dia ya. Nanti saya komunikasikan dengan Kementerian Sosial ya,” ujarnya.
Dengan penuh harap, bapak tersebut kembali memohon,
“Iya yang penting saya KIS saja, Pak. Enggak apa-apa, Pak.”
Momen ini tidak hanya menunjukkan sisi humanis Dedi Mulyadi, tetapi juga menjadi informasi penting bagi masyarakat bahwa peluang berobat gratis terbuka, selama memenuhi syarat dan terdata dalam sistem pemerintah.
(anf)