- Pemprov Jabar
Soroti Aktivitas Anak-anak Desa, Dedi Mulyadi Sebut Cari Kayu Bakar Lebih Produktif ketimbang Bermain Gadget
Subang, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyoroti aktivitas anak-anak desa. Tak sedikit anak di pedesaan melakukan kegiatan mencari kayu bakar.
Dedi Mulyadi berpendapat kebiasaan mencari kayu bakar sebagai aktivitas alternatif positif. Pasalnya, banyak anak yang sibuk menggunakan gadget di zaman sekarang.
Dedi Mulyadi membicarakan aktivitas anak desa melalui video diunggah di sejumlah akun media sosialnya, Rabu (22/4/2026). Di momen itu, KDM sedang berada di dapur.
KDM terlihat melakukan aktivitas memasak dengan menggunakan bahan utama kayu bakar. Hal ini membuktikan kayu bakar sebagai energi alternatif di tengah lonjakan harga gas elpiji nonsubsidi.
"Ini suasana dapur saat memasak. Kayu bakar menjadi bahan utamanya," ujar Dedi Mulyadi.
Alasan Dedi Mulyadi Ajak Anak-anak Desa dan Masyarakat Jabar Gunakan Kayu Bakar
- Kolase Instagram/@dedimulyadi71 & TikTok/@dedimulyadiofficial
Dedi Mulyadi memahami penggunaan kayu bakar sebagai bahan utama menuai berbagai spekulasi. Hal ini dapat mengganggu kelestarian lingkungan.
Penggunaan kayu bakar otomatis dapat mempengaruhi hutan. Banyak pohon-pohon yang ditebang demi kebutuhan memasak.
KDM membantah hal itu. Lagi pula, kayu bakar yang digunakan setidaknya berasal dari ranting-ranting atau dahan kering.
Menurutnya, penggunaan ranting maupun dahan kering tidak menjadi masalah. Hal ini untuk menghindari lingkungan yang kumuh dan tidak terurus.
"Bukan berarti menggunduli hutan, menebang pohon. Tapi, ranting-ranting yang kering atau dahan-dahan yang sudah tidak berguna lagi sehingga daripada berserakan mendingan digunakan kayu bakar," terangnya.
Selain bantu menjaga kebersihan lingkungan, kata dia, penggunaan kayu bakar menjadi solusi mengurangi gas sebagai sumber energi. Sebab, harga gas elpiji nonsubsidi kini meroket.
Berdasarkan laporan dari laman resmi Pertamina Patra Niaga, harga gas LPG 5,5 kilogram sebelumnya sekisar Rp90 ribu hingga Rp117 ribu. Terkini, harganya melambung sekitar Rp107 ribu hingga Rp134 ribu.
Kemudian, gas LPG 12 kilogram sebelumnya hanya Rp192 ribu hingga Rp249 ribu. Sementara harga terbaru kini dibanderol Rp228 ribu hingga Rp285 ribu.